PONTIANAK POST - Wakil Bupati Kabupaten Sintang Melkianus mengingatkan seluruh kepala desa untuk lebih berhati-hati dalam mengelola dana desa. Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi perubahan kebijakan, terutama di masa transisi pemerintahan dari pusat hingga ke daerah.
"Kita baru saja melaksanakan proses pemilihan demokrasi. Transisi ini membawa banyak kebijakan yang bisa berubah dan berdampak ke daerah. Hal ini perlu kita antisipasi agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan program ke depan," ujar Melkianus di Sintang, kemarin.
Ia juga menyoroti berbagai kasus penyalahgunaan dana desa yang marak terjadi di berbagai daerah. Meski Sintang tidak termasuk dalam kasus tersebut, ia tetap mengimbau seluruh perangkat desa untuk lebih bijak dalam menggunakan anggaran yang ada.
"Banyak kasus penyalahgunaan dana desa terjadi, meskipun tidak di Sintang. Oleh karena itu, saya mengingatkan agar kita lebih waspada. Gunakan dana tersebut sebagaimana mestinya. Yang menjadi hak kita silakan dipakai, namun yang bukan, gunakanlah untuk pembangunan desa," tegasnya.
Lebih lanjut, Melkianus menyoroti tantangan pengelolaan anggaran di tingkat desa yang lebih kompleks dibandingkan kelurahan. Menurutnya, jumlah desa yang lebih besar bahkan lebih besar daripada anggaran ditingkat kecamatan membuat pengawasan dan pengelolaan anggaran menjadi lebih menantang.
"Hingga saat ini, masih ada beberapa desa yang belum mampu menyelesaikan pengelolaan dana dengan baik. Jika di kelurahan tidak terlalu bermasalah karena jumlahnya tidak banyak, di desa skala anggarannya lebih besar. Oleh karena itu, saya berharap kepala desa dapat lebih bijak dalam mengelola anggaran agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Melkianus berharap dengan adanya peringatan ini para kepala desa semakin berhati-hati dalam penggunaan dana desa. "Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus mengawasi dan membimbing kepala desa agar pengelolaan dana desa berjalan sesuai aturan, transparan, serta benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," tutup Melkianus. (nda)
Editor : A'an