Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gebyar Musik Etnik 2025: Disporapar Sintang Libatkan Sekolah dan Paguyuban

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 6 Mei 2025 | 13:44 WIB
RAPAT: Suasana rapat koordinasi persiapan Gebyar Musik Etnik dan Pameran Ekonomi Kreatif yang akan berlangsung selama sepekan, 8–15 Mei 2025, di Halaman GOR Apang Semangai.
RAPAT: Suasana rapat koordinasi persiapan Gebyar Musik Etnik dan Pameran Ekonomi Kreatif yang akan berlangsung selama sepekan, 8–15 Mei 2025, di Halaman GOR Apang Semangai.

PONTIANAK POST - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sintang mengajak seluruh paguyuban etnis dan sekolah di Kota Sintang untuk ambil bagian dalam gelaran Gebyar Musik Etnik dan Pameran Ekonomi Kreatif yang akan berlangsung selama sepekan, 8–15 Mei 2025, di Halaman GOR Apang Semangai.

Kepala Disporapar Sintang, Hendrika, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat undangan resmi kepada seluruh paguyuban dan sekolah. Tujuannya, mendorong keterlibatan publik secara langsung dalam menampilkan kekayaan budaya lokal dan nasional.

“Kegiatan ini membuka ruang ekspresi budaya bagi semua kelompok masyarakat di Sintang. Kami ingin pentas utama menjadi milik bersama, diisi dengan keragaman seni dari berbagai etnis dan generasi,” ujar Hendrika saat rapat koordinasi persiapan, Senin (5/5).

Menurutnya, seni budaya yang akan ditampilkan tiap malam selama acara berasal dari berbagai latar belakang budaya seperti Dayak, Melayu, Jawa, Batak, Padang, hingga Flores. “Sudah ada beberapa OPD yang menyatakan siap menampilkan musik etnik. Sekolah-sekolah juga akan mengisi panggung hiburan dengan pertunjukan pelajar,” jelasnya.

Gebyar Musik Etnik tahun ini juga dilengkapi sejumlah kegiatan tematik, termasuk lomba permainan tradisional antar-OPD, lomba memasak nasi goreng, fashion show berpakaian nusantara, serta kompetisi paduan suara lagu Mars Sintang antar pelajar.

“Khusus untuk lomba paduan suara, pemenangnya akan tampil pada puncak upacara penutupan. Ini menjadi bagian dari strategi kami untuk memperkuat identitas lokal di kalangan generasi muda,” tambah Hendrika.

Hendrika berharap partisipasi aktif dari komunitas dan institusi pendidikan ini mampu menciptakan atmosfer inklusif, di mana budaya bukan hanya ditampilkan, tapi juga diapresiasi sebagai kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat Sintang. (nda)

Editor : Hanif
#Gebyar Musik #sekolah #Ekonomi Kreatif #Paguyuban #DISPORAPAR SINTANG #musik etnik