PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mengeluarkan imbauan luas agar seluruh elemen masyarakat turut serta dalam aksi bersih-bersih sampah plastik secara serentak pada Jumat, 5 Juni 2025. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mengendalikan dampak lingkungan akibat pencemaran plastik, yang kini kian mendesak untuk ditangani.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan ajakan ini melalui Surat Edaran Nomor 600.4/3128/DLH/2025. Seruan tersebut ditujukan kepada jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, lembaga pendidikan, komunitas masyarakat, hingga individu di tingkat rumah tangga. "Pengendalian sampah plastik bukan bisa ditunda, dan tidak bisa hanya dilakukan satu pihak. Semua harus ambil bagian," tegas Bala.
Aksi serentak ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengusung tema “Ending Plastic Pollution” atau “Hentikan Polusi Plastik.” Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa yang lebih penting adalah dampak nyata dari kegiatan ini terhadap perubahan perilaku masyarakat.
Dalam surat edarannya, Bupati juga menginstruksikan agar setiap instansi dan kelompok masyarakat mendokumentasikan kegiatan bersih-bersih dan menyerahkan bukti foto atau video ke Dinas Lingkungan Hidup paling lambat 9 Juni 2025. Dokumentasi ini akan digunakan sebagai laporan ke Kementerian Lingkungan Hidup.
Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Sintang, Igor Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Gubernur Kalimantan Barat. “Seluruh warga Kabupaten Sintang diajak terlibat langsung. Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi upaya untuk menghidupkan kembali kesadaran kolektif tentang bahaya sampah plastik,” ujar Igor, Rabu (4/6).
Menurutnya, plastik sekali pakai menjadi salah satu sumber masalah lingkungan paling sulit dikendalikan. Karena itu, aksi pengumpulan sampah ini juga menjadi titik awal untuk mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah dan mengurangi ketergantungan terhadap plastik. “Saya harap masyarakat mulai memilah sampah rumah tangga, menggunakan kembali wadah plastik, bahkan sebisa mungkin mengurangi penggunaannya. Ini tanggung jawab bersama,” ungkap Igor.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari demi menciptakan Sintang yang lebih bersih dan sehat. “Gotong royong adalah kunci. Kalau semua bergerak, maka pengurangan sampah plastik bukan hal mustahil,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif