PONTIANAK POST — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang menggelar seminar bertajuk Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Rabu (9/7). Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan hidroponik sebagai strategi peningkatan literasi dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. Program ini menekankan pentingnya literasi aplikatif, yakni pemanfaatan pengetahuan untuk kebutuhan nyata warga, seperti budidaya sayur di lahan terbatas melalui sistem hidroponik.
Metode ini dinilai cocok untuk diterapkan di lingkungan rumah tangga sebagai alternatif pangan sekaligus potensi sumber pendapatan tambahan. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, yang hadir membuka kegiatan, menyampaikan bahwa konsep literasi perlu diperluas maknanya. “Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mempraktikkan, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan hidroponik menjadi langkah strategis untuk mendukung kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah. “Dengan memanfaatkan lahan sempit, masyarakat bisa menghasilkan sayuran sendiri. Ini penting bagi ketahanan ekonomi rumah tangga dan pengendalian inflasi,” tambahnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif, kontekstual, dan inovatif. “Kami ingin mengubah citra perpustakaan, dari sekadar tempat buku menjadi ruang terbuka untuk berbagi keterampilan dan solusi hidup,” katanya.
Dalam sesi praktik, para peserta diajak meninjau langsung kebun hidroponik mini yang telah dikembangkan di halaman kantor perpustakaan. Melalui pendekatan literasi berbasis inklusi sosial ini, pemerintah daerah berharap perpustakaan dapat berperan sebagai agen perubahan sosial di masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan literasi aplikatif yang menjangkau lebih banyak warga dan membantu mereka membangun kemandirian pangan dari rumah,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif