Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Gawai Dayak: Syukur, Silaturahmi, dan Doa untuk Masa Depan Lebih Baik

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 17 Juli 2025 | 14:10 WIB
Pastor Leonardus Miau memimpin misa pembukaan Gawai Dayak XII di Rumah Betang Tampun Juah, Rabu (16/7).
Pastor Leonardus Miau memimpin misa pembukaan Gawai Dayak XII di Rumah Betang Tampun Juah, Rabu (16/7).

PONTIANAK POST - Pelaksanaan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XII Tahun 2025 tak sekadar menjadi ajang pelestarian seni dan budaya Dayak, tetapi juga membawa pesan spiritual yang mendalam.

Hal ini disampaikan Vikaris Jenderal Keuskupan Sintang, Pastor Leonardus Miau, Pr, saat memimpin misa pembukaan Gawai Dayak di Rumah Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Rabu (16/7).

Menurut Pastor Leonardus, Gawai Dayak memiliki tiga makna utama yang patut direnungkan oleh masyarakat Dayak. “Pertama, Gawai adalah wujud rasa syukur atas berkat yang diterima, terutama hasil panen padi dan kebun sepanjang tahun. Kedua, menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi antarwarga Dayak. Ketiga, sebagai momen untuk berbagi dan bergembira bersama,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa perayaan Gawai tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga menjadi pengakuan akan peran Tuhan dalam kehidupan manusia. “Gawai bukan sekadar untuk merayakan tradisi. Ini adalah pengakuan bahwa ada campur tangan Tuhan dalam setiap keberhasilan. Kita harus percaya bahwa masa depan akan lebih baik dari hari ini,” tuturnya.

Pastor Leonardus mengingatkan pentingnya ketergantungan pada Tuhan dalam setiap langkah hidup. “Kalau kita tidak percaya Tuhan, ada konsekuensi. Semua usaha manusia harus disertai iman dan syukur. Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia, justru manusialah yang sering meninggalkan Tuhan,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Gawai Dayak bukan hanya mengenang warisan leluhur, tetapi juga menjadi momen spiritual untuk menatap masa depan dengan harapan dan keyakinan. “Gawai ini adalah doa kolektif agar setiap usaha kita diberkati. Ini adalah bentuk penyerahan diri yang tulus kepada Tuhan,” pungkasnya. (nda)

Editor : Miftahul Khair
#kesenian #pesan #Doa #pekan gawai dayak #budaya