Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

PGD XII Sintang Resmi Ditutup, Wabup Ronny Tekankan Pentingnya Pelestarian Budaya

Riska Nanda Kumala Sari • Senin, 21 Juli 2025 | 13:32 WIB
PENUTUPAN: PGD Sintang XII Tahun 2025 resmi ditutup di Betang Tampun Juah, Sabtu malam (19/7).
PENUTUPAN: PGD Sintang XII Tahun 2025 resmi ditutup di Betang Tampun Juah, Sabtu malam (19/7).

PONTIANAK POST – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang XII resmi ditutup pada Sabtu (19/7), di Betang Tampun Juah, Jerora Satu, Sintang. Kegiatan tahunan yang berlangsung selama empat hari ini ditutup dengan penekanan penting pada pelestarian budaya Dayak dan semangat kebersamaan masyarakat.

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menyampaikan apresiasi atas kelancaran kegiatan yang berlangsung tanpa insiden.

"Selama empat hari, kegiatan berjalan aman dan damai tanpa satu pun keributan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Dayak bermartabat dan disiplin. Modal sosial ini sangat penting bagi kemajuan Sintang ke depan," ujar Ronny.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh peserta, termasuk Dewan Adat Dayak (DAD) dari tingkat kecamatan hingga desa. Menurutnya, gawai bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana memperkuat identitas dan kebersamaan.

“Soal makna gawai, saya sepakat bahwa ini adalah bentuk rasa syukur, berbagi, serta upaya menjaga dan melestarikan kebudayaan Dayak,” katanya.

Ronny juga memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil meraih juara.

“Selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum berhasil, tetap semangat dan berlatih untuk kesempatan tahun depan,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pembangunan dan pelestarian budaya.

“Kami akan terus berupaya membangun Sintang yang lebih maju dengan dukungan semua pihak,” tegas Ronny.

Sementara itu, Ketua DAD Sintang, Jeffray Edward, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras hingga PGD 2025 berjalan sukses.

"Antusiasme masyarakat menjadi bukti kuatnya dukungan terhadap pelestarian budaya Dayak. Kami juga menyambut baik kehadiran Bupati, Wakil Bupati, serta para tamu undangan yang mendukung penuh kegiatan ini," kata Jeffray.

Ia menegaskan bahwa PGD bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga menjadi ruang refleksi masyarakat adat terhadap kondisi aktual, termasuk isu hutan adat yang semakin mendesak.

“Kita masih punya peluang memperjuangkan hutan adat. Namun, tantangannya besar karena alih fungsi lahan yang semakin meluas. Diperlukan dukungan nyata dari pemerintah agar masyarakat adat tetap dapat menjaga hubungan harmonis dengan alam,” tegasnya.

Penutupan PGD Sintang 2025 ditandai dengan pemukulan gong oleh mantan Kapolres Sintang, AKBP I Nyoman Budi Artawan, sebagai simbol berakhirnya seluruh rangkaian acara. (nda)

Editor : Hanif
#budaya Dayak #sintang #resmi ditutup #DAD #pekan gawai dayak #Florensius Ronny #Lestarikan Budaya