PONTIANAK POST - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Stella Christie, menegaskan pembangunan Sekolah Garuda merupakan strategi nasional Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang sains dan teknologi.
“Presiden Prabowo melihat lulusan sains dan teknologi kita masih tertinggal dibanding negara lain, bahkan negara tetangga. Maka diperlukan strategi konkret untuk menutup kesenjangan tersebut. Strategi itu diwujudkan melalui Sekolah Garuda,” ujar Stella saat kunjungan kerja ke Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (10/9).
Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah menengah atas berstandar tinggi dengan fokus sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Pembangunan akan diprioritaskan di luar Pulau Jawa, dengan target 20 sekolah baru di berbagai daerah termasuk Kalbar, serta peningkatan kualitas 80 SMA melalui program Sekolah Garuda Transformasi.
Stella menekankan bahwa talenta anak bangsa ada di seluruh pelosok negeri, namun kesempatan tidak selalu tersedia. Kehadiran Sekolah Garuda diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas, mencetak calon pemimpin berwawasan global dengan kepekaan lokal, sekaligus menyeimbangkan prestasi akademik dengan pengabdian masyarakat. “Sekolah Garuda akan menjadi tempat anak-anak Indonesia belajar dan hidup bersama, memahami keragaman, berprestasi, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar melalui penelitian dan solusi atas persoalan lingkungan,” jelasnya. (nda)
Editor : Hanif