PONTIANAK POST - Festival Budaya Melayu Senentang 2025 diwarnai dengan peragaan busana Melayu anak-anak yang digelar di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Sintang. Dari total 56 peserta, Daffa dan Evelyn berhasil menyandang gelar sebagai Abang dan Kakak Ucu Festival Budaya Melayu tahun ini.
Sekretaris Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sintang Iwan Purwanto menegaskan bahwa lomba busana ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana menanamkan nilai budaya sejak dini.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak kecil mereka perlu dikenalkan dan ditanamkan rasa cinta pada budaya Melayu. Harapannya, kelak akan hadir remaja yang berkarakter, percaya diri, dan bangga pada warisan budaya di tengah arus globalisasi,” ujar Iwan Purwanto, Senin (22/9).
Iwan juga menekankan inklusivitas kegiatan ini. Menurutnya, festival terbuka bagi siapa saja tanpa batasan. “Kita ingin Melayu inklusif di Kabupaten Sintang. Sintang adalah rumah besar kita bersama. Melalui festival ini, masyarakat bisa lebih mengenal adat istiadat budaya Melayu,” ungkap Iwan.
Sebelum kompetisi dimulai, peserta melakukan parade busana. Mereka tampil percaya diri dengan mengenakan pakaian Melayu tradisional yang dimodifikasi secara kreatif, menampilkan keanggunan sekaligus keunikan budaya lokal.
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, turut memberikan apresiasi terhadap festival tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Festival ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga kegembiraan bersama dalam menggali dan melestarikan budaya. Budaya yang lestari akan membuat negeri ini jaya,” tutur Bala.
Bala juga berharap Festival Budaya Melayu Senentang akan berlanjut sebagai upaya nyata menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman. (nda)
Editor : Hanif