Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Wabup Sintang Dorong Pendirian Pabrik Pengolahan Cabai untuk Stabilkan Harga

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:08 WIB
Florensius Ronny
Florensius Ronny

PONTIANAK POST – Fluktuasi harga cabai yang kerap merugikan petani mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny. Ia mendorong pemerintah desa, kelompok tani, dan koperasi untuk membangun pabrik mini pengolahan cabai sebagai solusi jangka panjang menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

Menurut Ronny, keberadaan pabrik pengolahan akan membantu petani agar tidak sepenuhnya bergantung pada harga jual cabai segar di pasar. “Dengan adanya pabrik, harga cabai bisa lebih stabil karena hasil panen tidak hanya dijual mentah, tetapi juga diolah menjadi produk seperti sambal atau bubuk cabai,” ujarnya, Rabu (15/10).

Ia menilai pengelolaan pabrik melalui koperasi menjadi langkah paling ideal. Dengan sistem tersebut, keseimbangan antara keuntungan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen dapat dijaga. “Kalau koperasi yang mengelola, mereka tidak perlu mengambil untung besar. Kita bisa sepakati harga dasar, misalnya Rp40 ribu per kilogram, agar petani tetap untung,” jelas Ronny.

Ronny menambahkan, produk olahan cabai memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi memperkuat ekonomi lokal. Rencana pendirian pabrik mini, katanya, bisa disinergikan dengan program Koperasi Merah Putih atau bermitra dengan Bank Indonesia, yang selama ini aktif mendukung pengembangan sektor pertanian dan UMKM di Sintang.

Untuk mempercepat realisasi, Ronny membuka peluang bagi desa-desa melakukan studi banding ke daerah lain yang telah berhasil mengembangkan industri pengolahan cabai. “Banyak daerah sudah membuktikan bahwa pengolahan pascapanen menjadi solusi menghadapi fluktuasi harga. Sintang juga punya potensi besar ke arah itu,” tegasnya.

Ia berharap inisiatif ini menjadi langkah awal kemandirian ekonomi desa sekaligus membuka lapangan kerja baru. “Kalau kita bisa mengolah hasil pertanian sendiri, nilai tambahnya akan tetap tinggal di daerah,” pungkas Ronny. (nda)

 

Editor : Hanif
#Koperasi #desa #cabai #pabrik #jaga harga #Florensius Ronny #wabup Sintang