Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Sintang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Nataru

Riska Nanda Kumala Sari • Selasa, 9 Desember 2025 | 14:54 WIB
GPM: Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai upaya menahan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
GPM: Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai upaya menahan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

PONTIANAK POST - Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar Pemerintah Kabupaten Sintang sebagai upaya menahan gejolak harga kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 8 hingga 9 Desember 2025, dipusatkan di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang Helmi, menyampaikan bahwa GPM kali ini terlaksana melalui kerja sama dengan Bulog Sintang serta Aspartan. Empat komoditas dijual dengan harga khusus, yakni beras, gula, minyak goreng, dan aneka sayuran serta makanan olahan.

“Khusus GPM ini tidak ada telur. Fokus kami adalah komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok jelang hari besar keagamaan,” ujar Helmi, Senin  (8/12).

Menurutnya, GPM menjadi strategi penting menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan. “Tujuan kegiatan ini adalah menjaga stabilisasi pasokan dan harga kebutuhan pokok, sekaligus mengendalikan inflasi di Kabupaten Sintang,” jelas Helmi.

Ia menambahkan bahwa sasaran utama GPM adalah masyarakat Kecamatan Sintang dan wilayah sekitarnya. Helmi merinci jumlah dan harga komoditas yang disediakan selama kegiatan. Beras SPHP kemasan lima kilogram disediakan sebanyak 12,5 ton dengan harga Rp57.000 per karung, sementara beras premium Setra Ramos dijual Rp70.000 untuk kemasan yang sama dengan total pasokan tiga ton.

Komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 2,8 ton dijual Rp14.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan satu liter berjumlah 2.918 liter dengan harga Rp14.000 per liter.

“Harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasaran karena biaya transportasi ditanggung pemerintah,” ungkapnya.

Untuk memastikan pemerataan, pembelian dibatasi menggunakan kupon. Setiap warga hanya dapat membeli maksimal dua kilogram gula, dua karung beras SPHP, dan dua liter minyak goreng. “Khusus beras premium, hanya boleh satu karung per orang,” tegas Helmi.

Ia menilai, pembatasan tersebut penting agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaatnya. “Kegiatan ini membantu meringankan beban masyarakat, terutama keluarga yang sedang mempersiapkan kebutuhan akhir tahun,” tutupnya. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #jelang nataru #cegah inflasi #gerakan pangan murah #Pemkab Sintang