Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pemkab Sintang Evaluasi Menyeluruh Kinerja Penyuluh Pertanian 2025

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 18 Desember 2025 | 10:32 WIB
PENGHARGAAN: Sekda Sintang Kartiyus memberikan penghargaan kepada penyuluh pertanian berprestasi di Kabupaten Sintang, belum lama ini.
PENGHARGAAN: Sekda Sintang Kartiyus memberikan penghargaan kepada penyuluh pertanian berprestasi di Kabupaten Sintang, belum lama ini.

PONTIANAK POST - Kabupaten Sintang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan sepanjang tahun 2025. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menilai penyuluhan pertanian memiliki posisi strategis dalam upaya menjaga ketahanan dan kemandirian pangan daerah. Menurutnya, keberhasilan program pertanian sangat ditentukan oleh kemampuan penyuluh dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah agar dapat dipahami dan diterapkan oleh petani.

“Penyuluh pertanian adalah penghubung langsung antara program pemerintah dengan petani di desa-desa. Mereka berperan sebagai motivator, fasilitator, sekaligus edukator yang mendampingi petani dalam meningkatkan produksi dan produktivitas,” kata Kartiyus di Sintang, kemarin (17/12).

Ia menjelaskan, evaluasi ini tidak hanya berfokus pada capaian administrasi, tetapi juga pada dampak nyata penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku petani. “Kita perlu melihat apakah penyuluhan yang dilakukan benar-benar memberi perubahan bagi petani, baik dari sisi cara bercocok tanam, pengelolaan usaha tani, maupun pemanfaatan teknologi pertanian,” ungkapnya.

Kartiyus menambahkan, sepanjang 2025 pemerintah terus menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar pembangunan daerah. Upaya menuju swasembada pangan nasional, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari kinerja penyuluh pertanian di tingkat kecamatan dan desa. Evaluasi ini juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi penyuluh di lapangan, mulai dari keterbatasan sarana pendukung, kondisi geografis wilayah kerja, hingga respons petani terhadap program yang dijalankan.

Kegiatan evaluasi diikuti oleh 96 peserta yang berasal dari 14 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan se-Kabupaten Sintang. Peserta terdiri atas 69 penyuluh berstatus Pegawai Negeri Sipil dan 27 penyuluh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. “Masukan dari para penyuluh sangat penting sebagai dasar penyempurnaan program agar lebih sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi wilayah,” tukasnya. (nda)

Editor : Hanif
#sintang #penyuluh pertanian #Swasembada Pangan #ketahanan pangan #Pemkab Sintang