PONTIANAK POST - Upaya penghijauan berbasis masyarakat di Kabupaten Sintang terus digencarkan. Sejak 2018, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sintang Utara dan KPH Sintang Timur telah menyalurkan lebih dari 100 ribu bibit tanaman produktif ke berbagai kalangan. Namun, di balik masifnya penanaman, lemahnya pemeliharaan tanaman masih menjadi persoalan krusial.
Kepala KPH Sintang Utara dan KPH Sintang Timur, Niko Dimus, mengatakan penyaluran bibit dilakukan secara terbuka dan menyasar lintas sektor. Penerima bibit meliputi masyarakat umum, kelompok tani hutan (KTH), kelompok wanita tani hutan (KWTH), komunitas lingkungan, lembaga swadaya masyarakat, instansi pemerintah, TNI-Polri, sekolah, perguruan tinggi, hingga rumah ibadah dan paguyuban. “Sejak 2018 sampai sekarang, jumlah bibit yang kami salurkan tidak kurang dari 100 ribu batang. Mayoritas berupa bibit buah-buahan produktif,” ujar Niko, Sabtu (27/12).
Ia menjelaskan, pemilihan bibit produktif dilaukan agar program penghijauan tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. Pohon buah diharapkan menjadi peneduh lingkungan sekaligus sumber penghasilan apabila dirawat hingga berbuah. “Harapannya bibit ini tidak hanya ditanam, tetapi benar-benar dipelihara sampai hidup dan menghasilkan,” katanya.
Namun, Niko mengakui tantangan terbesar dari gerakan tanam pohon adalah rendahnya komitmen perawatan lanjutan. Banyak kegiatan penanaman, menurutnya, berhenti pada tahap seremonial tanpa rencana pemeliharaan yang jelas. “Dilematis memang kalau kita hanya menanam tanpa pemeliharaan. Konsekuensinya tanaman bisa mati,” ungkapnya.
Ia menegaskan, keberhasilan penghijauan sangat ditentukan oleh konsistensi setelah penanaman dilakukan. Perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, serta pengawasan pertumbuhan menjadi kunci agar tanaman dapat bertahan dan tumbuh optimal. “Menanam itu relatif mudah, tetapi memeliharanya yang sulit. Kalau tidak rutin disiram dan diberi pupuk, tanaman akan rentan mati,” tegas Niko.
Karena itu, KPH terus mendorong setiap kelompok dan komunitas penerima bibit untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang ditanam. Ia berharap penyaluran bibit yang telah berlangsung selama ini benar-benar memberi dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Sintang. “Yang paling penting adalah konsistensi. Tanpa komitmen memelihara, tujuan penghijauan tidak akan tercapai,” pungkasnya. (nda)
Editor : Hanif