Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wabup Ronny Tekankan Sinkronisasi Prioritas Infrastruktur 2027 dalam Musrenbang Sintang

Riska Nanda Kumala Sari • Kamis, 19 Februari 2026 | 12:28 WIB

 

Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny

PONTIANAK POST - Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, menegaskan perencanaan pembangunan daerah harus berjalan selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini diposisikan sebagai tahapan strategis untuk memastikan program prioritas benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurut Ronny, pemerintah daerah telah menetapkan tema pembangunan tahunan yang menjadi panduan hingga 2029. Untuk 2027, fokus diarahkan pada pemerataan kualitas dan kuantitas infrastruktur guna memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.

“Tema pembangunan 2027 menitikberatkan pemerataan infrastruktur. Ini penting untuk memperbaiki konektivitas, memperluas layanan dasar, dan memperkuat pondasi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ronny di Sintang kemarin.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga sebagai instrumen pemerataan layanan publik. Infrastruktur yang merata dinilai mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah serta memperbaiki akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan.

Ronny menilai Musrenbang harus dimanfaatkan sebagai ruang penyelarasan prioritas pembangunan lintas tingkatan pemerintahan. Forum tersebut menjadi sarana menyeleksi usulan program yang paling berdampak, sekaligus menjamin integrasi antara perencanaan desa, kecamatan, dan kabupaten.

“Musrenbang bukan sekadar agenda rutin. Ini ruang menyamakan persepsi agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor infrastruktur dasar, ekonomi rakyat, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan lingkungan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan usulan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan. Setiap program yang diajukan diharapkan lahir dari musyawarah desa serta mempertimbangkan prioritas pembangunan daerah.

“Setiap usulan harus didukung data dan pemetaan kebutuhan yang akurat agar hasil perencanaan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap arah pembangunan tetap konsisten, terukur, dan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (nda)

 

Editor : Hanif
#sintang #RPJMD #PembangunanDaerah #infrastruktur #Ketahanan Lingkungan