PONTIANAK POST - Pemerintah Kabupaten Sintang mulai menyiapkan langkah transisi pengelolaan sampah modern menjelang penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) lama yang dijadwalkan pada Agustus 2026. Untuk mempercepat kesiapan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, memimpin tim melakukan kaji terap pengelolaan sampah dengan sistem sanitary landfill ke TPA Batulayang milik Pemerintah Kota Pontianak, Senin (25/5).
Kunjungan itu dilakukan di tengah tekanan pengelolaan sampah yang dihadapi Pemkab Sintang setelah TPA lama berada dalam pengawasan Kementerian Lingkungan Hidup RI dan akan ditutup karena kapasitas yang telah penuh.
Di hadapan perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, Kartiyus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif sebelum TPA baru di Jerora Satu mulai beroperasi.
“Kami datang untuk mempelajari strategi pengelolaan sampah yang lebih efektif. Pemerintah daerah menghadapi tekanan besar karena TPA lama yang sudah penuh akan segera ditutup pada bulan Agustus sesuai arahan kementerian,” ujar Kartiyus.
Baca Juga: Hari Lahir Pancasila 2026 di Sintang Satukan Pemerintah, Sekolah dan Masyarakat
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Karena itu, Pemkab Sintang mulai menjajaki pola gotong royong dengan melibatkan sektor swasta untuk mendukung kebutuhan alat berat dan bahan bakar operasional.
“Terbatasnya anggaran APBD memaksa kami mengupayakan sistem gotong royong dengan melibatkan pihak swasta guna menyediakan alat berat dan bahan bakar,” jelasnya.
Kartiyus juga mengakui peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TP3R) di Sintang belum berjalan optimal. Sementara itu, pemerintah daerah bersiap membuka TPA baru di Jerora Satu dengan luas sekitar 11 hektare sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah.
“TP3R juga belum optimal bekerja. Kami akan segera membuka TPA di Jerora Satu yang memiliki luas 11 hektare. Sebelum TPA Jerora Satu mulai beroperasi, kami berharap mendapatkan ilmu cara mengelola sampah yang efektif di TPA Batulayang,” tambahnya.
TPA Batulayang Pontianak menjadi salah satu rujukan karena telah menerapkan sistem sanitary landfill dan controlled landfill menggantikan metode open dumping. Melalui sistem ini, sampah ditimbun di area cekung, dipadatkan, lalu ditutup lapisan tanah setiap hari atau berkala untuk mengurangi pencemaran air lindi (cairan yang dihasilkan ketika air merembes melalui tumpukan sampah), mengendalikan gas metana, serta meminimalkan bau.
Modernisasi pengelolaan sampah tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Sintang dalam membangun sistem TPA yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (nda)
Editor : Hanif