PONTIANAK POST – Upaya pemetaan potensi bioekonomi Sintang resmi dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan KATADATA Green, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sintang, perangkat daerah, akademisi, hingga media lokal, Senin (23/6/2026). Program ini menyoroti peluang ekonomi hijau berbasis sumber daya hayati yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi namun belum tergarap optimal.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi ekonomi daerah menuju model berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Peta Ekonomi Baru
Forum pemetaan ini melibatkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Sintang, Bapperida, akademisi, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga. Pendekatan kolaboratif ini diarahkan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.
Kepala BRIDA Kabupaten Sintang, Dedy Irawan, menyebut wilayahnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, hingga hasil hutan bukan kayu.
“Potensi yang kita miliki sangat beragam. Jika dipetakan dan dikelola secara tepat, bukan hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Komoditas Strategis: Dari Karet hingga Madu Hutan
Dalam pemetaan awal, sejumlah komoditas strategis menjadi fokus utama, di antaranya karet, kelapa sawit berkelanjutan, kopi lokal, madu hutan, tanaman obat, perikanan air tawar, hingga produk hasil hutan bukan kayu.
KATADATA Green dalam kegiatan ini berperan sebagai mitra analisis data dan kajian teknis untuk memetakan peluang pengembangan sektor bioekonomi secara lebih terukur dan berbasis bukti.
Peran Data, Hilirisasi, dan Media Lokal
Perwakilan Bapperida Kabupaten Sintang, Hermanto, menegaskan hasil pemetaan ini akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah berbasis potensi lokal.
“Pemetaan ini akan membantu pemerintah menentukan sektor prioritas yang mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perindagkop dan UKM Sintang menekankan pentingnya hilirisasi agar komoditas tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.
Hafiz dari Dinas Perindagkop dan UKM menyebut penguatan industri pengolahan lokal menjadi kunci peningkatan daya saing daerah di pasar yang lebih luas.
Dorongan UMKM dan Ekonomi Masyarakat
Tokoh masyarakat yang hadir dalam forum tersebut berharap hasil pemetaan tidak berhenti pada tataran dokumen kajian. Mereka menekankan perlunya tindak lanjut berupa pendampingan usaha, peningkatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Menuju Ekosistem Ekonomi Hijau Berkelanjutan
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, media lokal, dan KATADATA Green, Kabupaten Sintang diarahkan menjadi salah satu model pengembangan ekonomi hijau berbasis bioekonomi di Kalimantan Barat.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat struktur ekonomi daerah, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan dalam jangka panjang. (agg)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro