Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Galeri Seni Desa Benua Kencana Jadi Ruang Pelestarian Budaya Dayak dan Edukasi Generasi Muda di Sintang

Riska Nanda Kumala Sari • Jumat, 17 Juli 2026 | 10:09 WIB

 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan langsung galeri seni yang mengangkat budaya lokal di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak.(ISTIMEWA)
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala meresmikan langsung galeri seni yang mengangkat budaya lokal di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak.(ISTIMEWA)

PONTIANAK POST  - Upaya melestarikan seni dan budaya lokal terus dilakukan di tengah berbagai tantangan pembangunan desa. Di Desa Benua Kencana, Kecamatan Tempunak, sebuah galeri seni kini hadir sebagai ruang untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada generasi muda. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat pembelajaran berbagai kesenian tradisional agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menuturkan pembangunan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa desa tetap mampu menghadirkan program yang bermanfaat meski berada di tengah keterbatasan anggaran.

"Saya mengapresiasi Kepala Desa Benua Kencana yang mampu mewujudkan galeri seni ini. Semoga langkah ini menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi meskipun menghadapi keterbatasan anggaran," ujar Bala, di Sintang kemarin.

Baca Juga: Alumni MAN 1 Sintang Novalinda Nuraini Raih Beasiswa Internasional dan Lanjut Kuliah di Tiongkok

Selain menjadi tempat menampilkan karya budaya, galeri tersebut diharapkan berfungsi sebagai pusat pelestarian berbagai kesenian tradisional yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Bala menilai sejumlah warisan budaya, seperti seni anyaman, ukiran, hingga seni jampi, memerlukan ruang khusus agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Galeri ini bukan sekadar bangunan, tetapi tempat menjaga identitas budaya. Seni anyaman, ukiran, termasuk seni jampi harus terus hidup karena jika tidak dipelihara, dikhawatirkan akan hilang," ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mengenalkan kesenian tradisional sejak usia sekolah. Menurutnya, berbagai bentuk kesenian khas masyarakat Dayak perlu diajarkan kepada pelajar agar tetap dikenal dan dipraktikkan di masa depan.

"Masih banyak kekayaan budaya seperti bekana pada Sub Suku Dayak Desa yang perlu dikenalkan kepada anak-anak SMP dan SMA. Saya ingin mereka bangga mempelajari dan melestarikan budaya sendiri," tutur Bala.

Baca Juga: Bupati Sintang Dorong Inovasi Ekonomi Hijau untuk Manfaatkan Potensi Alam Tanpa Merusak Lingkungan

Keberadaan Galeri Seni Desa Benua Kencana diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan hasil karya budaya, tetapi juga berkembang sebagai ruang belajar, berkarya, dan memperkuat identitas budaya lokal. (nda)

Editor : Miftakhair
MELESTARIKAN sintang desa bupati masyarakat