Bupati Sintang Bala Larang Bakar Lahan dan Sampah Saat Kemarau Panjang, Ini Alasannya

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:42 WIB

 

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyebut api sekecil apa pun dapat menjadi awal kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan kering.(RISKA / PONTIANAK POST)
Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyebut api sekecil apa pun dapat menjadi awal kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan kering.(RISKA / PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST  - Aktivitas pembakaran lahan dan sampah diminta dihentikan selama musim kemarau panjang di Kabupaten Sintang. Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyebut api sekecil apa pun dapat menjadi awal kebakaran yang sulit dikendalikan ketika kondisi lahan kering.

“Jangankan bakar lahan atau hutan, bakar sampah pun jangan dulu saat kemarau ini,” kata Bala dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan, Selasa (1/9).

Bala mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla. Namun, langkah tersebut tidak akan maksimal apabila masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar.

Baca Juga: Tiga Langkah Penting Tangani Karhutla Menurut Anggota Komisi B DPRD Sintang 

“Saya juga mengajak semua warga dan pengusaha untuk saling membantu, jangan egois. Mentang-mentang bukan kebun saya yang terbakar, lalu tidak mau bantu yang lain,” tegasnya.

Bala turut meminta Puskesmas bersiaga menangani warga yang terdampak asap kebakaran. Sementara Satgas Karhutla diminta mengatur jadwal piket agar personel tetap siap meskipun tidak sedang menangani kebakaran. (nda)

Editor : Miftakhair
sintang pembakaran lahan Penanggulangan karhutla pencegahan