Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Samsung Galaxy S26 Ultra Bikin Penasaran, Canggih di AI, Tapi Kamera dan Upgrade Dinilai Setengah Hati

Budi Miank • Jumat, 17 April 2026 | 10:46 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra tampil sebagai flagship terbaru dengan fokus AI dan kamera (Dok. Samsung)
Samsung Galaxy S26 Ultra tampil sebagai flagship terbaru dengan fokus AI dan kamera (Dok. Samsung)

PONTIANAK POST - Samsung Galaxy S26 Ultra hadir sebagai flagship terbaru Samsung yang mengandalkan peningkatan bertahap di sektor kamera, AI, hingga keamanan privasi. 

Hasil uji penggunaan selama satu bulan menunjukkan perangkat ini tetap menjadi salah satu ponsel Android paling lengkap, meski tanpa lompatan besar dibanding pendahulunya.

Salah satu fitur yang paling disorot adalah “Privacy Display” yang diklaim mampu membatasi visibilitas layar dari sudut samping. 

Baca Juga: Samsung Perkenalkan Galaxy A57 5G dan A37 5G, Bawa Fitur Pro di Harga Terjangkau

Dalam pengujian, fitur ini bekerja efektif di berbagai situasi. 

“Saya bisa memastikan 100 persen orang tidak bisa melihat isi layar dari samping,” demikian hasil pengujian, meski tetap ada kompromi berupa penurunan tingkat kecerahan layar.

Dari sisi kamera, S26 Ultra menawarkan sistem 200MP yang tetap sama seperti generasi sebelumnya, namun dengan peningkatan kecil pada aperture. 

Hasil foto dinilai sangat baik di kondisi cahaya ideal, namun kurang konsisten di pencahayaan indoor yang kompleks, terutama pada mode standar.

Baca Juga: Samsung Resmi Luncurkan Galaxy Z Flip6, Teknologi Terbaru untuk Perangkat Lipat yang Lebih Tangguh

Menariknya, kualitas kamera justru melonjak drastis saat pengguna beralih ke mode Expert RAW dan Pro Video. 

Mode ini menghadirkan kontrol penuh seperti ISO dan white balance, bahkan fitur Virtual Aperture yang mampu menghasilkan efek bokeh setara kamera DSLR.

“Masalahnya, semua fitur terbaik ini tersembunyi di dalam menu,” demikian catatan pengujian, yang menyebut pengalaman kamera bisa sangat berbeda tergantung pemahaman pengguna.

Di sektor AI, Samsung justru mendapat apresiasi berkat fitur seperti Call Screening yang mampu menyaring panggilan tak dikenal, serta Audio Eraser yang dapat meredam suara bising secara real time di berbagai aplikasi.

Meski kapasitas baterai masih 5.000 mAh, efisiensi chipset baru membuat daya tahan meningkat hingga lebih dari 13 jam pemakaian aktif, lebih baik dari generasi sebelumnya.

Baca Juga: Inovator Muda Indonesia Siap Go Global: Ide Canggih dari Kampus dan Sekolah Menengah Tembus Samsung Solve for Tomorrow 2025

Secara keseluruhan, Galaxy S26 Ultra dinilai sebagai perangkat serba bisa yang solid, namun bukan lompatan revolusioner. 

Pengguna dengan perangkat flagship terbaru disarankan tidak terburu-buru melakukan upgrade kecuali benar-benar membutuhkan peningkatan.(*)

Editor : Budi Miank
#Samsung Galaxy S26 Ultra #flagship #review #kamera #ai