PONTIANAK POST - Bocoran terbaru terkait ponsel lipat Apple semakin menguat, dengan perangkat yang disebut sebagai iPhone Ultra diprediksi menjadi inovasi terbesar perusahaan dalam satu dekade terakhir.
Informasi ini mencuat setelah beredarnya unit dummy yang memperlihatkan desain fisik perangkat tersebut.
Laporan dari Forbes menyebutkan, perangkat lipat Apple kemungkinan akan diperkenalkan pada September mendatang.
Baca Juga: Harga iPhone Ultra Tembus Rp32 Juta, Ini yang Bikin Ponsel Apple Layak Ditunggu
Video dari kanal YouTube Max Tech menunjukkan bentuk perangkat menyerupai paspor, lebih lebar dibandingkan tinggi, dengan ketebalan sekitar 11 mm saat dilipat dan 5,5 mm saat dibuka.
Desain tersebut juga menampilkan modul kamera besar dengan dua lensa yang membentang hampir di seluruh bagian belakang.
Meski terlihat lebar, perangkat ini diklaim tetap nyaman digenggam dan tidak terlalu sulit dimasukkan ke dalam saku.
Jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, mengungkap bahwa peluncuran iPhone Ultra berkaitan erat dengan transisi kepemimpinan di Apple.
“Perangkat ini diproyeksikan menjadi produk baru terbesar dalam satu dekade, dan Apple ingin pemimpin baru menjadi wajah dari peluncurannya,” tulisnya.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan bahwa Apple tengah menyiapkan sekitar 10 kategori produk baru dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, tidak semua proyek akan terealisasi, termasuk wacana iPad lipat berukuran 20 inci yang masih dalam tahap eksperimen.
Dari sisi penamaan, Apple disebut lebih condong menggunakan nama “Ultra” dibandingkan “Fold”.
Strategi ini dinilai sebagai upaya membedakan produk mereka dari kompetitor seperti Samsung yang telah lebih dulu mempopulerkan lini Galaxy Z Fold.
Selain itu, iPhone Ultra kemungkinan tidak akan menggunakan penomoran seperti seri iPhone pada umumnya, mengikuti pola yang sebelumnya diterapkan pada produk seperti Apple Watch Ultra.
Hingga kini, Apple belum memberikan konfirmasi resmi terkait perangkat tersebut.
Namun, jika bocoran ini akurat, iPhone Ultra berpotensi menjadi tonggak baru dalam evolusi smartphone premium global.(*)
Editor : Budi Miank