Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

5 Fitur Privasi iPhone Ini Bikin Data Kamu Sulit Dibobol, Jurus Rahasia Apple yang Sulit Ditiru Android

Budi Miank • Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB
Ilustrasi iPhone dengan fitur keamanan dan privasi tingkat lanjut milik Apple. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi iPhone dengan fitur keamanan dan privasi tingkat lanjut milik Apple. (Ilustrasi AI)

PONTIANAK POST - Apple kembali disorot sebagai perusahaan teknologi yang paling agresif menjaga privasi pengguna. 

Laporan BGR menyebutkan, ada lima fitur privasi yang hingga kini belum sepenuhnya ditiru kompetitor, termasuk Google di Android.

Strategi itu bukan sekadar jargon pemasaran, melainkan dibangun lewat sistem enkripsi menyeluruh, pembatasan pelacakan, hingga mode keamanan ekstrem.

Baca Juga: Masih Layak Dibeli di 2026! Deretan iPhone Lama Ini Bikin iPhone Baru Terlihat Kemahalan

Fitur Advanced Data Protectio

Apple menerapkan enkripsi end-to-end (E2EE) hampir di seluruh ekosistemnya, termasuk cadangan iCloud melalui fitur Advanced Data Protection. 

Bahkan data Face ID disimpan di Secure Enclave.

Beberapa layanan seperti iMessage, FaceTime, Health, hingga Find My dilindungi enkripsi penuh. 

Google memang mengadopsi E2EE di sejumlah layanan Android, namun tidak semua cadangan cloud memiliki proteksi serupa.

Baca Juga: Efek iPhone 18 Pro Bikin HP China Kehilangan Jati Diri, Desain Baru Apple Bikin Semua Ponsel Terasa Sama

Apple Maps

Apple membatasi akses data lokasi secara ketat. Sejak iOS 14, pengguna bisa memilih berbagi lokasi secara “approximate” saja. 

Apple Maps juga meminimalkan pengumpulan data dan mengenkripsi informasi di perangkat. 

Dalam laporan yang sama, disebut Google pernah menghadapi gugatan class action terkait pelacakan lokasi dan menyelesaikannya dengan denda sekitar Rp6,2 triliun.

Fitur App Tracking Transparency

fitur ini memaksa aplikasi meminta izin sebelum melacak aktivitas pengguna. 

Kebijakan ini sempat memukul pendapatan Meta hingga sekitar Rp160 triliun pada 2022. 

Android belum memiliki fitur serupa dengan tingkat kontrol yang sama.

Baca Juga: Duel Galaxy Z Fold 8 Wide vs iPhone Lipat: Samsung Ubah Total Desain dengan Korban Kamera demi Harga Murah dari Apple 

Private Cloud Compute

Apple memperkenalkan Private Cloud Compute dalam sistem Apple Intelligence. 

Arsitektur ini dirancang agar pemrosesan AI berbasis cloud tetap menjaga privasi data pengguna. 

Tidak seperti layanan AI lain yang memanfaatkan data untuk pelatihan, Apple menegaskan desainnya berorientasi privasi.

Baca Juga: Bakal Rilis September Nanti, Warna Dark Cherry iPhone 18 Pro Max Ini Disebut Jadi Identitas Baru Apple

Lockdown Mode 

Fitur ini menjadi tameng keamanan tertinggi. Fitur ini ditujukan bagi pengguna berisiko tinggi seperti jurnalis atau pejabat publik, dengan membatasi fungsi perangkat untuk mencegah serangan spyware. 

Google baru merilis fitur serupa bernama Advanced Protection Mode pada Android 16 di 2025.

Meski Apple disebut tertinggal dalam pengembangan fitur AI dibanding pesaing, perusahaan tetap menjadikan privasi sebagai fondasi utama produknya.(*)

Editor : Budi Miank
#enkripsi iCloud #App Tracking Transparency #Private Cloud Compute #Lockdown Mode #apple