PONTIANAK POST - Apple kembali disorot sebagai perusahaan teknologi yang paling agresif menjaga privasi pengguna.
Laporan BGR menyebutkan, ada lima fitur privasi yang hingga kini belum sepenuhnya ditiru kompetitor, termasuk Google di Android.
Strategi itu bukan sekadar jargon pemasaran, melainkan dibangun lewat sistem enkripsi menyeluruh, pembatasan pelacakan, hingga mode keamanan ekstrem.
Baca Juga: Masih Layak Dibeli di 2026! Deretan iPhone Lama Ini Bikin iPhone Baru Terlihat Kemahalan
Fitur Advanced Data Protectio
Apple menerapkan enkripsi end-to-end (E2EE) hampir di seluruh ekosistemnya, termasuk cadangan iCloud melalui fitur Advanced Data Protection.
Bahkan data Face ID disimpan di Secure Enclave.
Beberapa layanan seperti iMessage, FaceTime, Health, hingga Find My dilindungi enkripsi penuh.
Google memang mengadopsi E2EE di sejumlah layanan Android, namun tidak semua cadangan cloud memiliki proteksi serupa.
Apple Maps
Apple membatasi akses data lokasi secara ketat. Sejak iOS 14, pengguna bisa memilih berbagi lokasi secara “approximate” saja.
Apple Maps juga meminimalkan pengumpulan data dan mengenkripsi informasi di perangkat.
Dalam laporan yang sama, disebut Google pernah menghadapi gugatan class action terkait pelacakan lokasi dan menyelesaikannya dengan denda sekitar Rp6,2 triliun.
Fitur App Tracking Transparency
fitur ini memaksa aplikasi meminta izin sebelum melacak aktivitas pengguna.
Kebijakan ini sempat memukul pendapatan Meta hingga sekitar Rp160 triliun pada 2022.
Android belum memiliki fitur serupa dengan tingkat kontrol yang sama.
Private Cloud Compute
Apple memperkenalkan Private Cloud Compute dalam sistem Apple Intelligence.
Arsitektur ini dirancang agar pemrosesan AI berbasis cloud tetap menjaga privasi data pengguna.
Tidak seperti layanan AI lain yang memanfaatkan data untuk pelatihan, Apple menegaskan desainnya berorientasi privasi.
Lockdown Mode
Fitur ini menjadi tameng keamanan tertinggi. Fitur ini ditujukan bagi pengguna berisiko tinggi seperti jurnalis atau pejabat publik, dengan membatasi fungsi perangkat untuk mencegah serangan spyware.
Google baru merilis fitur serupa bernama Advanced Protection Mode pada Android 16 di 2025.
Meski Apple disebut tertinggal dalam pengembangan fitur AI dibanding pesaing, perusahaan tetap menjadikan privasi sebagai fondasi utama produknya.(*)
Editor : Budi Miank