Peringatan Hari Stroke Sedunia: Setiap Menit Berharga, Telat Bisa Bikin Jutaan Sel Otak Rusak

Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober bukan sekadar perayaan, melainkan sebagai pengingat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke dan mencegahnya.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
Stroke tidak datang dengan permisi. Seringkali ia datang diam-diam. Tiba-tiba pembuluh darah pecah. Lidah menjadi kelu. Bahkan, sebagian tubuh menjadi kaku.
Achmad Faqih, Neurolog atau Dokter Spesialis Syaraf dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengatakan stroke menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia.
Risiko terjadinya stroke dapat dialami oleh siapa saja, bahkan satu dari empat orang diperkirakan berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya. Selain menjadi penyebab kematian, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.
Maka, pentingnya mengenali gejala sejak dini, serta kecepatan dalam mendapatkan pertolongan medis.
“Sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan pola hidup sehat,” jelas Faqih.
Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak dapat mengalami kerusakan.
Faqih menegaskan bahwa kecepatan penanganan merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi stroke. Semakin lama pertolongan diberikan, semakin besar risiko kerusakan sel-sel otak yang terjadi.
“Waktu adalah otak. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan,” jelasnya.


