Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan Hari Stroke Sedunia: Setiap Menit Berharga, Telat Bisa Bikin Jutaan Sel Otak Rusak

M
Penulis: Marsita Riandini❯
Neurolog  Achmad Faqih dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak saat memberikan  penyuluhan kesehatan dalam rangka peringatan Hari Stroke Sedunia. (ISTIMEWA)
Neurolog Achmad Faqih dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak saat memberikan penyuluhan kesehatan dalam rangka peringatan Hari Stroke Sedunia. (ISTIMEWA)

Advertisement

Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober bukan sekadar perayaan, melainkan sebagai pengingat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke dan mencegahnya. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak

Stroke tidak datang dengan permisi.  Seringkali ia  datang diam-diam. Tiba-tiba pembuluh darah pecah. Lidah menjadi kelu. Bahkan, sebagian tubuh menjadi kaku. 

Advertisement

Achmad Faqih, Neurolog atau Dokter Spesialis Syaraf dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak mengatakan stroke menjadi salah satu masalah kesehatan serius di dunia. 

Risiko terjadinya stroke dapat dialami oleh siapa saja, bahkan satu dari empat orang diperkirakan berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya. Selain menjadi penyebab kematian, stroke juga merupakan salah satu penyebab utama kecacatan pada orang dewasa.

Advertisement

Maka, pentingnya mengenali gejala sejak dini, serta kecepatan dalam mendapatkan pertolongan medis. 

“Sekitar 90 persen kejadian stroke berpotensi dicegah melalui pengendalian faktor risiko dan penerapan pola hidup sehat,” jelas  Faqih.

Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. Kondisi ini menyebabkan otak kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel otak dapat mengalami kerusakan.

Faqih menegaskan bahwa kecepatan penanganan merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan terapi stroke. Semakin lama pertolongan diberikan, semakin besar risiko kerusakan sel-sel otak yang terjadi.

“Waktu adalah otak. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan jutaan sel otak mengalami kerusakan,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Dikabarkan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Desa Merah Putih, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan Dikabarkan Dihapus dan Diganti Klinik Koperasi Desa Merah Putih, Ini Faktanya

BPJS Kesehatan menegaskan kabar penghapusan JKN tidak benar. Simak dasar hukum, status layanan, dan cara cek kepesertaan aktif.

Poltekkes Kemenkes Pontianak Perkuat Pos UKK, Lindungi Kesehatan Pekerja Perempuan di Singkawang

Poltekkes Kemenkes Pontianak Perkuat Pos UKK, Lindungi Kesehatan Pekerja Perempuan di Singkawang

Poltekkes Kemenkes Pontianak perkuat Pos UKK di Singkawang untuk melindungi kesehatan pekerja informal perempuan melalui pelatihan K3.

Dana Penyehatan JKN Rp10 Triliun Mulai Disalurkan, BPJS Kesehatan Targetkan Klaim Tuntas Oktober

Dana Penyehatan JKN Rp10 Triliun Mulai Disalurkan, BPJS Kesehatan Targetkan Klaim Tuntas Oktober

BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari bantuan Rp10 triliun untuk membayar klaim fasilitas kesehatan hingga 23 Oktober 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer