Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BMKG Supadio: Sepekan Kalbar Dominan Berawan, 311 Hotspot Terpantau

Ashri Isnaini • Selasa, 3 Maret 2026 | 13:13 WIB

Ilustrasi langit Pontianak
Ilustrasi langit Pontianak

PONTIANAK POST — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio memprakirakan cuaca di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski relatif stabil, hujan dengan intensitas sedang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah pada tanggal tertentu.

“Untuk sepekan ke depan, secara umum cuaca di Kalbar dalam kondisi cerah berawan. Namun, dalam satu minggu ini memang lebih dominan berawan,” kata Prakirawan BMKG Supadio, Supriyadi, kepada Pontianak Post, Senin (2/3), di Sungai Raya.

Menurut dia, dinamika atmosfer lokal masih memungkinkan pertumbuhan awan hujan di beberapa kabupaten. Pada 4 Maret, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Kabupaten Ketapang, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Adapun pada 8 Maret, potensi hujan diprakirakan lebih merata di sebagian besar wilayah Kalbar. Kendati belum tentu berintensitas tinggi, kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan suplai uap air dan pertumbuhan awan hujan yang lebih luas dibanding hari-hari sebelumnya.

Kata Supriyadi, dominasi awan dalam sepekan ini juga berpengaruh pada suhu udara siang hari yang cenderung tidak terlalu ekstrem. Namun, kelembapan relatif tinggi tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan.

Di sisi lain, BMKG lanjutnya, juga mencatat peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar. Berdasarkan data BMKG Kalbar pada 1 Maret 2026, jumlah hotspot mencapai 311 titik.

“Kabupaten Kubu Raya menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 104 titik. Rinciannya, 83 titik kategori menengah, 16 tinggi, dan 5 rendah. Angka tersebut tercatat dalam periode pemantauan pukul 00.00 hingga 23.00 WIB,” ungkapnya.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Mempawah dengan 98 titik, terdiri atas 77 menengah, 19 tinggi, dan 2 rendah. Disusul Ketapang 39 titik, Bengkayang 23 titik, serta Landak 22 titik.

Kabupaten Sambas terpantau 11 titik, sementara Sintang dua titik. Adapun Sekadau dan Melawi masing-masing hanya satu titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

“Dua daerah tercatat nihil hotspot, yakni Sanggau dan Kayong Utara. Kota Pontianak dan Singkawang juga relatif rendah, masing-masing satu dan tiga titik dengan kategori menengah,” jelasnya.

Supriyadi menambahkan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, SNPP, Terra, dan Aqua. Titik panas, sambungnya, merupakan indikator anomali suhu permukaan yang berpotensi mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan, meski tidak selalu mencerminkan kejadian kebakaran secara langsung.

Kombinasi cuaca dominan berawan dan peningkatan hotspot ini, menurut Supriadi, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah termasuk masyarakat. “Terutama dalam mengantisipasi potensi kebakaran lahan di wilayah dengan jumlah titik panas tinggi,” pungkasnya. (ash)

Editor : Miftahul Khair
#titik panas #Prakiraan Cuaca #kubu raya #cuaca #BMKG Kalbar