Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Menegur Orang yang Keep Tempat Tanpa Memicu Konflik

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi anak milenial dan gen z bersantai di cafe. (MAGNIFIC)
Ilustrasi anak milenial dan gen z bersantai di cafe. (MAGNIFIC)

Advertisement

PONTIANAK POST - Fenomena “keep” tempat di ruang publik sering kali memicu rasa kesal. Tidak sedikit orang yang merasa dirugikan ketika kursi atau area parkir ditahan terlalu lama tanpa digunakan.

Meski demikian, menghadapi situasi seperti ini tidak selalu harus berakhir dengan konflik atau adu argumen.

Dilansir dari Jawapos, profesional public speaker & trainer Hearty Service A.S. Mayangsari menyarankan agar masyarakat tetap mengedepankan komunikasi yang santun dan asertif ketika berhadapan dengan kondisi tersebut.

Dahulukan Asumsi Baik

Menurut Mayangsari, langkah pertama adalah menghindari prasangka buruk dan mencoba memahami situasi yang terjadi.

Advertisement

“Mulai dengan asumsi baik, sampaikan kebutuhan secara jelas dan tenang, serta hindari nada menyerang atau menghakimi,” ujarnya.

Pendekatan ini dinilai penting agar komunikasi tetap berjalan nyaman dan tidak berkembang menjadi perselisihan.

Ruang Publik Membutuhkan Kesadaran Bersama

Lebih jauh, Mayangsari menilai bahwa etika di ruang publik tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga pada kesadaran setiap individu.

Setiap pengguna fasilitas umum perlu memahami bahwa tindakannya dapat berdampak pada kenyamanan orang lain. Karena itu, keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kepentingan bersama menjadi hal yang penting untuk dijaga.

Tidak Selalu Mendahulukan Diri Sendiri

Dalam praktiknya, ruang publik hanya dapat berfungsi dengan baik apabila setiap orang memiliki kepedulian terhadap pengguna lain.

“Ruang publik membutuhkan orang yang memiliki kesadaran untuk tidak selalu mendahulukan dirinya sendiri,” lanjutnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Batas Etika Keep Tempat yang Perlu Dipahami Masyarakat

Tiga Batas Etika Keep Tempat yang Perlu Dipahami Masyarakat

Tidak semua keep tempat dianggap salah. Ahli menjelaskan tiga faktor utama untuk menilai kewajaran tindakan tersebut.

Budaya Permisif Bikin Etika Merokok dan Buang Puntung Sering Diabaikan

Budaya Permisif Bikin Etika Merokok dan Buang Puntung Sering Diabaikan

Etika dasar seperti menjaga asap rokok dan membuang puntung pada tempatnya dinilai kerap diabaikan karena budaya permisif.

Kapolres Kapuas Hulu Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Institusi Polri Melalui Pembinaan Etika Profesi

Kapolres Kapuas Hulu Tegaskan Pentingnya Menjaga Marwah Institusi Polri Melalui Pembinaan Etika Profesi

Kapolres Kapuas Hulu meminta anggota menjaga marwah institusi Polri melalui pembinaan etika profesi dan disiplin kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer