PONTIANAK POST - Ria Norsan memanfaatkan rangkaian Safari Ramadan 1447 H untuk memantau langsung kondisi pendidikan di daerah. Di Kabupaten Melawi, ia menemukan persoalan mendasar di SMK Negeri 1 Nanga Pinoh: lingkungan sekolah yang kerap tergenang air saat hujan.
Dalam kunjungan kerja, Selasa (24/2), Norsan mendapati genangan terjadi akibat saluran air tersumbat dan sistem drainase yang belum memadai. Kondisi itu, menurutnya, tidak bisa dianggap sepele karena langsung mengganggu aktivitas belajar siswa.
“Genangan air ini karena saluran tersumbat dan pembuangan air belum baik. Ini mengganggu anak-anak belajar karena sepatu bisa basah saat lewat,” ujarnya di sela peninjauan.
Ia menegaskan persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak menghambat proses belajar mengajar. Pemerintah Provinsi Kalbar, kata dia, akan mengambil langkah cepat memperbaiki sistem drainase di lingkungan sekolah. “Insyaallah akan kita atasi secepat mungkin,” tegasnya.
Tak hanya soal genangan air, Norsan juga menyoroti lonjakan jumlah siswa di SMKN 1 Nanga Pinoh yang terus meningkat setiap tahun. Ia menyebut jumlah peserta didik berpotensi menembus lebih dari 2.000 siswa pada tahun depan. Dengan kapasitas yang ada saat ini, kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi.
Karena itu, Pemprov Kalbar membuka kemungkinan relokasi sekolah ke lokasi yang lebih luas dan representatif.
“Ada kemungkinan besar akan kita relokasi, karena siswa SMK ini tiap tahun bertambah. Kita siapkan lokasi yang lebih layak agar proses belajar lebih nyaman,” ujarnya.
Menurut Norsan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi juga momentum melihat langsung kondisi masyarakat, termasuk fasilitas pendidikan. Ia menilai sarana sekolah yang layak dan nyaman menjadi salah satu kunci peningkatan kualitas pendidikan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terutama di Melawi yang masih memerlukan percepatan pembangunan sektor pendidikan.
Pemprov Kalbar, lanjutnya, akan melakukan kajian lebih lanjut terkait rencana relokasi, termasuk penyiapan lahan dan perencanaan pembangunan. Langkah tersebut diharapkan memastikan fasilitas pendidikan semakin memadai dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah. (mse)
Editor : Miftahul Khair