Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Feri Penyeberangan di Pontianak Sudah Kembali Beroperasi

S
Penulis: Syahriani Siregar❯
BEROPERASI: Kapal penyeberangan Feri Bardan-Siantan melintas di Sungai Kapuas yang mulai melayani warga Pontianak, Senin (15/3).  HARYADI/PONTIANAKPOST
BEROPERASI: Kapal penyeberangan Feri Bardan-Siantan melintas di Sungai Kapuas yang mulai melayani warga Pontianak, Senin (15/3). HARYADI/PONTIANAKPOST

PONTIANAK - Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Trisna Ibrahim mengungkapkan, kejadian hanyutnya kapal feri, Selasa sore diakibatkan karena masalah pada pneumatic gearbox.


Advertisement

Saat ini, kapal feri sudah berfungsi kembali dan bisa melayani penyeberangan masyarakat dan angkutan kendaraan.

“Petugas Dishub mendapati laporan tersebut pada pukul 16.00 Selasa sore. Kemudian kami langusng datang ke lokasi untuk melihat situasi di lapangan. Dari hasil pernyataan dari pihak PT Jembatan Nusantara, terdapat masalah pada pneumatic gearbox a,” jelas Trisna kepada Pontianak Post, Rabu (22/11).

Dia menjelaskan kronologi kejadian pada saat feri bertolak dari Pelabuhan Bardan jam 17.00 setelah kapal di handle mundur kemudian mau bergerak menuju Pelabuhan Siantan (posisi tengah Sungai) pada pukul 17.05 kapal tiba-tiba tidak bisa dimajumundurkan.

Advertisement

Dalam keadaan ini, petugas pun menyetop mesin dan melakukan proses penurunan jangkar dengan lokasi tepat di depan Kantor KSOP Pontianak pukul 17.15.

Setelah jangkar diturunkan, para petugas langsung mengecek instalasi listrik dan gearbox a. Didapati, temuan kerusakan pana pneumatic gearbox a di mana pen pada pneumatic patah.

Setelah alat tersebut diganti, pada 17.40 dilakukan handle kemudi untuk maju dan mundur. Setelah kondisinya aman terkendali, pada 17.50 kapal bisa beroperasi dan menuju Pelabuhan Siantan.

Advertisement

Terpisah Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin melihat kondisi pasang surut air laut mesti diperhatikan betul-betul oleh jasa penyeberangan feri.

Sebab ketika air pasang, arus cukup kuat. Mungkin saja ini bisa mempengaruhi kerusakan kapal kemarin.

Iapun meminta petugas feri penyeberangan dapat melihat kondisi pasang surut laut saat ini. Takutnya jika tidak dipantau kejadian bisa kembali berulang.

Apalagi jika kerusakan terlampau lama. Pastinya akan menghambat jalur transportasi air itu yang kini masih menjadi andalan bagi masyarakat yang akan pergi ke Pontianak Utara maupun sebaliknya.

Jika feri tak beroperasi dampaknya akan terasa. Sebab jalur alternatif lainnya tingga Jembatan Kapuas I dan Jembatan Kapuas 2 di Kabupaten Kubu Raya. (iza)

Advertisement
Editor : Syahriani Siregar
Sumber : Pontianak Post

Artikel Terkait

Perbaikan Dermaga Bardan-Siantan Belum Jelas, Pemkot Siapkan Alternatif Jembatan

Perbaikan Dermaga Bardan-Siantan Belum Jelas, Pemkot Siapkan Alternatif Jembatan

Pemerintah Kota Pontianak masih menunggu jawaban Kemenhub terkait perbaikan dermaga feri Bardan-Siantan.

Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi, Inovasi Warga Sungai Jawi Menembus Tiga Besar Regional

Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi, Inovasi Warga Sungai Jawi Menembus Tiga Besar Regional

Kelurahan Sungai Jawi masuk tiga besar regional Kalimantan berkat inovasi digital, bank sampah, dan Kampung Sayur.

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA Karhutla Tembus 401 Ribu Kasus, Kalbar Sumbang 49 Ribu

ISPA akibat Karhutla secara nasional sudah tembus 401 ribu kasus. Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah dengan lonjakan yang tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer