Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harisson Tinjau Produksi Biskuit Cegah Stunting

A
Penulis: A'an❯

 

TINJAU: Harisson meninjau PT Semesta Sintang Lestari yang merupakan lokasi pembuatan albumin Borneo dan biskuit dengan omega 3,6,9, Kamis (14/11).
TINJAU: Harisson meninjau PT Semesta Sintang Lestari yang merupakan lokasi pembuatan albumin Borneo dan biskuit dengan omega 3,6,9, Kamis (14/11).

SINTANG - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sintang berkesempatan untuk meninjau PT Semesta Sintang Lestari yang merupakan lokasi pembuatan albumin Borneo dan biskuit dengan omega 3,6,9, pada Kamis (14/11).


Advertisement

Dalam kesempatan tersebut, Harisson meninjau langsung proses produksi perusahaan yang melakukan pengembangan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk berbasis alam yang bernilai tambah. Proses dari hulu hingga ke hilir ini dilakukan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

"PT Semesta Sintang Lestari ini didorong oleh Pemerintah Kabupaten Sintang. BISCHO ini salah satu Inovasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sintang. Dimana melalui proses ekstraksi protein hewani (Albumin) dari ikan gabus atau ikan toman. Albuminnya itu dipisahkan lalu dijadikan bubuk dan selanjutnya diproses menjadi biskuit yang baik dikonsumsi untuk mencegah stunting. Ini merupakan suatu inovasi dari anak-anak muda yang benar-benar patut diapresiasi dan diacungi jempol karena mereka bekerja, berkarya untuk generasi Kalimantan Barat yang lebih sehat dan lebih cerdas," ungkap Harisson.

Dikatakannya, terkait pencegahan stunting, sebenarnya yang dibutuhkan itu karbohidrat, protein hewani dan lemak. Biskuit ini juga mengandung karbohidrat, protein hewani (Omega 3,6,9) dan lemak.

Advertisement

"Ini sangat membantu masyarakat terutama anak-anak yang berisiko stunting. Pemerintah provinsi akan mendorong ini agar nanti dapat diproduksi lebih banyak namun nanti harus diikuti prosedur-prosedur dari BPOM dan lain-lain agar nantinya bisa dipasarkan ke seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat bahkan di luar Kalbar,” harapnya.

Dalam strategi percepatan pencegahan stunting, ketahanan pangan dan gizi termasuk di dalamnya. Oleh sebab itu diperlukan berbagai inovasi agar upaya penekanan angka stunting dapat terwujud demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. (mse/r)

Advertisement

Artikel Terkait

32 Tahun Mengabdi, Harisson Purna Tugas dan Minta ASN Kalbar Lebih Disiplin serta Punya Inisiatif

32 Tahun Mengabdi, Harisson Purna Tugas dan Minta ASN Kalbar Lebih Disiplin serta Punya Inisiatif

Harisson purna tugas setelah 32 tahun mengabdi. Ia berpesan agar ASN Kalbar disiplin, berintegritas, kreatif, dan berinisiatif.

Ujung Perjalanan Karir Paripurna Harisson, dari Dokter Kampung hingga Sekda dan Pj Gubernur Kalbar

Ujung Perjalanan Karir Paripurna Harisson, dari Dokter Kampung hingga Sekda dan Pj Gubernur Kalbar

Harisson resmi purnabakti per 1 September 2026. Jejak kariernya terukir dari dokter puskesmas hingga Pj Gubernur.

Sekda Kalbar Dorong EPPD Berbasis Data Berkualitas untuk Perbaikan Kinerja Daerah

Sekda Kalbar Dorong EPPD Berbasis Data Berkualitas untuk Perbaikan Kinerja Daerah

Sekda Kalbar Harisson dorong EPPD berbasis data berkualitas agar hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan kinerja daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer