Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Pontianak Dorong e-Ponti Digunakan Seluruh OPD untuk Optimalkan Pendapatan Asli Daerah

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Bebby Nailufa
Bebby Nailufa

Advertisement

PONTIANAK POST - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak dinilai perlu didukung sistem transaksi keuangan digital yang terintegrasi.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa, mendorong agar pemanfaatan platform e-Ponti milik Pemerintah Kota Pontianak dapat diperluas, sehingga tidak hanya digunakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Bebby, setiap OPD memiliki potensi pendapatan yang dapat dioptimalkan. Namun, pengelolaan transaksi yang masih berjalan sendiri-sendiri berpotensi membuat integrasi data dan pemantauan arus penerimaan daerah belum berjalan maksimal.

Padahal, keberadaan e-Ponti dapat dimanfaatkan sebagai rumah transaksi digital yang menghubungkan berbagai sumber penerimaan daerah dalam satu sistem terintegrasi.

“Harapannya, e-Ponti ini tidak hanya digunakan oleh Bapenda, tetapi juga bisa dimanfaatkan seluruh OPD yang memiliki potensi pendapatan. Dengan begitu, transaksi keuangan pemerintah daerah dapat terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya Senin (26/10).

Advertisement

Dia menilai, penerapan transaksi digital satu data akan memberikan kemudahan dalam proses pembayaran sekaligus membantu pemerintah memantau penerimaan daerah secara lebih cepat dan transparan.

Melalui sistem yang terintegrasi, transaksi dari berbagai layanan dan sumber pendapatan OPD diharapkan dapat tercatat secara terpusat, sehingga proses rekonsiliasi dan pengawasan penerimaan menjadi lebih efektif. Penerimaan yang masuk juga dapat disalurkan ke kas daerah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Ia melihat, selama ini potensi peningkatan PAD yang tersebar di masing-masing OPD masih terkesan dikelola secara terpisah. Kondisi tersebut perlu dibenahi agar seluruh sumber penerimaan daerah dapat terdata dengan baik dan dioptimalkan secara bersama-sama.

Menurutnya, digitalisasi bukan sekedar menyediakan aplikasi pembayaran, melainkan membangun sistem pengelolaan keuangan daerah yang terhubung, mulai dari pencatatan transaksi hingga pelaporan penerimaan.

Karena itu, Bebby berharap Pemkot Pontianak dapat memperkuat koordinasi lintas OPD, menyiapkan integrasi sistem, serta memastikan seluruh perangkat daerah yang memiliki potensi pendapatan dapat menerapkan mekanisme transaksi digital yang seragam.

Advertisement

Artikel Terkait

Menjelang 255 Tahun Kota Pontianak

Menjelang 255 Tahun Kota Pontianak

Sejarah perkembangan Kota Pontianak bermula dari Kesultanan Pontianak pada 1771 hingga tumbuh di sepanjang Sungai Kapuas dan Landak.

BCA Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi 39 UMKM di Pontianak, Dorong UMKM Berdaya Saing

BCA Fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis bagi 39 UMKM di Pontianak, Dorong UMKM Berdaya Saing

Tingkatkan daya saing produk, BCA fasilitasi sertifikasi halal gratis dan layanan QRIS untuk puluhan UMKM lokal di Pontianak.

Bahasan Dorong Nazir Kelola Wakaf Produktif untuk Perkuat Ekonomi Umat di Pontianak

Bahasan Dorong Nazir Kelola Wakaf Produktif untuk Perkuat Ekonomi Umat di Pontianak

Bahasan mendorong nazir mengelola wakaf secara profesional, transparan, dan produktif untuk memperkuat ekonomi umat di Pontianak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer