Titik Api Nihil, Satgas Karhutla Kalbar Lanjutkan Pendinginan Lahan Gambut

PONTIANAK POST – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, tidak terdeteksi lagi titik api di wilayah Kalbar, hingga Jumat (30/10) pagi.
Meski demikian, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla masih melanjutkan operasi pendinginan, terutama di kawasan lahan gambut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah benar-benar padam, dan tidak kembali memicu kebakaran.
Ketua Satgas Informasi Bencana, BPBD Kalbar, Daniel mengatakan, berdasarkan data BMKG pada Jumat (30/10), masih terpantau 29 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah yang tersebar di tiga kabupaten.
Baca Juga: Bukan Cuma Urusan Titik Api, Suluh Cendikia ICMI Ingatkan Pencegahan dan Penegakan Hukum Karhutla
Rinciannya, 24 titik berada di Kabupaten Ketapang, empat titik di Kabupaten Sintang, dan satu titik di Kabupaten Landak. Sementara itu, tidak ditemukan titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah maupun tinggi.
"Jumlah sebaran titik panas di Kalbar yang masuk dalam tingkat kepercayaan rendah pada hari ini nol. Kemudian menengah 29, dan tingkat kepercayaan tinggi juga nol," jelas Daniel dalam keterangannya, Jumat (30/10).
Ia mengatakan, meskipun titik api tidak lagi terdeteksi, operasi penanganan di lapangan belum dihentikan. Satgas Udara, dan Satgas Darat tetap melakukan pendinginan untuk memastikan bara api di bawah permukaan lahan gambut padam sepenuhnya.
Daniel juga menjelaskan, kemunculan asap yang masih terlihat pada jam-jam tertentu di sejumlah wilayah tidak serta-merta menandakan adanya kebakaran baru. Menurutnya, asap tersebut merupakan sisa pembakaran lahan gambut yang masih dalam proses pendinginan.
Kondisi itu juga dipengaruhi embun pagi dan pergerakan angin yang dapat menyebabkan asap terlihat lebih pekat di beberapa lokasi. Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Kalbar secara umum mulai membaik. Dari sebelumnya berada pada kategori tidak sehat, kini berangsur masuk kategori sedang.
Perbaikan kondisi tersebut turut didukung potensi hujan yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalbar berdasarkan informasi BMKG. Hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Kayong Utara, Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Ketapang, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.



