Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ribuan Warga Berbaur dalam Pawai Obor Akbar Sambut Ramadan 1447 H di Pontianak

Wandi PP • Selasa, 17 Februari 2026 | 22:14 WIB

Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak, dan tokoh agama berbaur bersama ribuan warga mengikuti Pawai Obor Akbar menyambut Ramadan 1447 H, Senin (16/7) malam.
Gubernur Kalbar, Wali Kota Pontianak, dan tokoh agama berbaur bersama ribuan warga mengikuti Pawai Obor Akbar menyambut Ramadan 1447 H, Senin (16/7) malam.

PONTIANAK POST – Malam di Kota Pontianak, Senin (16/2/2026), dipenuhi cahaya hangat obor dan lampion.

Ribuan umat Islam dari berbagai usia berjalan bersama, membawa obor mereka menyusuri rute Pawai Obor Akbar 2026 dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Suasana malam itu bukan hanya meriah, tetapi juga sarat makna kebersamaan dan toleransi.

Pawai dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, yang hadir bersama Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Ketua TP PKK Kalbar Erlina Ria Norsan, Ketua POM Kalbar Agus Setiadi, para tokoh agama, serta perwakilan kepala OPD. Ribuan peserta memulai perjalanan dari halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak menuju Bundaran Digulis dan kembali lagi ke masjid sebagai titik akhir pawai.

“Alhamdulillah, malam ini saya melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kita semua gembira menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Ria Norsan. Ia menambahkan bahwa perpaduan cahaya obor dan lampion menjadi simbol persatuan tanpa perbedaan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyoroti nilai toleransi yang tersirat dalam pawai malam itu.

Menurutnya, kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan malam pergantian Tahun Baru Imlek, menunjukkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk hidup berdampingan.

“Ini adalah kegiatan budaya, keagamaan, dan religi. Kita menyambut Ramadan dengan khidmat, namun tetap menghormati saudara-saudara yang merayakan Imlek,” kata Edi Rusdi Kamtono usai mengikuti pawai.

Pawai Obor Akbar 2026 bukan sekadar ajang syiar keagamaan. Kehadiran pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dari berbagai latar belakang menegaskan pentingnya silaturahmi dan menjaga kerukunan di Kalimantan Barat.

Pemerintah berharap momentum ini dapat memperkuat persatuan, meningkatkan semangat ibadah, serta menumbuhkan rasa toleransi yang menjadi kekuatan masyarakat. (wandi)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#pawai obor #imlek #pontianak