Bahasa Indonesia Makin Diminati Kampus Luar Negeri, dari Mesir hingga Australia

PONTIANAK POST - Bahasa Indonesia semakin dikenal di dunia internasional. Sejumlah perguruan tinggi di luar negeri mulai membuka program studi (prodi) Bahasa Indonesia atau menyelenggarakan pengajaran bahasa tersebut, termasuk di Mesir, Arab Saudi, dan Australia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, perkembangan ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap Bahasa Indonesia di lingkungan perguruan tinggi luar negeri.
“Salah satu yang baru adalah dibukanya prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Mesir. Dan juga pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania, Australia," kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pembukaan Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat pada Rabu (28/10).
Prodi Bahasa Indonesia Dibuka di Sejumlah Negara
Mu'ti menjelaskan, pemerintah terus berupaya memperluas pembukaan prodi Bahasa Indonesia di perguruan tinggi luar negeri. Upaya ini mencakup sejumlah kampus lain di Australia serta perguruan tinggi di negara-negara lainnya.
Menurut dia, memperkenalkan Bahasa Indonesia ke lingkungan akademik internasional bukan perkara mudah.
Meski begitu, semakin populernya Bahasa Indonesia ikut mendorong minat perguruan tinggi luar negeri untuk membuka prodi maupun menyelenggarakan pengajaran bahasa tersebut.
Selain Universitas Al-Azhar di Mesir, Mu'ti menyebut Arab Saudi juga telah membuka prodi Bahasa Indonesia. Sementara itu, pengajaran Bahasa Indonesia di University of Tasmania, Australia, juga telah berjalan.
Baca Juga: SMPN 1 Tebas Gelar Lomba Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Asah Bakat serta Kreativitas Siswa
Bahasa Indonesia Menarik Minat Mahasiswa Uzbekistan
Minat terhadap Bahasa Indonesia juga terlihat di Uzbekistan. Mu'ti mencontohkan salah satu perguruan tinggi di negara tersebut yang telah menyelenggarakan pengajaran Bahasa Indonesia.
Meski belum berbentuk program studi, Bahasa Indonesia sudah menarik minat mahasiswa di kampus itu.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran upaya memperluas pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri, termasuk di perguruan tinggi yang belum memiliki prodi khusus.
Pengajar dari Indonesia dan Tenaga Lokal Dilibatkan
Dalam penyelenggaraannya, pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri didukung tenaga pengajar dengan latar belakang yang beragam.
Sebagian pengajar dikirim dari Indonesia, sedangkan sebagian lainnya merupakan tenaga lokal yang telah mendapatkan pelatihan.
Mu'ti menjelaskan, pelibatan pengajar lokal menjadi salah satu cara untuk menekan biaya penyelenggaraan pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri.
Dengan dukungan tenaga pengajar yang telah dilatih, pengajaran Bahasa Indonesia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa di berbagai negara.*



