Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pasien Covid-19 Melonjak, Varian EG 5 Jadi Pemicu Lonjakan

Syahriani Siregar • Selasa, 19 Desember 2023 | 10:41 WIB
Ilustrasi virus corona. (Istimewa)
Ilustrasi virus corona. (Istimewa)

JAKARTA - Pengobatan pasien Covid-19 sudah tidak ditanggung lagi oleh pemerintah. BPJS Kesehatan yang kini menanggung biaya pengobatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terpapar Covid-19.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Ali Mukti menyatakan bahwa yang ditanggung lembaganya untuk pasien yang terpapar Covid-19 sudah sekitar Rp 3 miliar.

“Sudah ada peningkatan klaim selama beberapa waktu. Kurang lebih Rp 3 miliar,” tutur Ghufron. Dia menyebut bahwa peningkatan terjadi dalam tiga bulan terakhir.

Ghufron menegaskan bahwa pihaknya siap membiayai peserta JKN yang terinfeksi Covid-19. Namun ini tergantung dari diagnosa di fasilitas kesehatan. Dia menyebut sudah ada tarif untuk rawat jalan.

“Untuk rawat inap tergantung diagnosanya dirawat karena Covid-19 atau penyakit lain,” ungkapnya.

Covid-19 di Indonesia sudah menjadi endemi. Sehingga perlakuannya sama dengan penyakit lainnya yang diklaim oleh BPJS Kesehatan. Yakni sesuai dengan diagnosis yang ditegaskan.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Achmad Farchanny menjelaskan mulai awal November sudah ada peningkatan jumlah pasien.

“Kasusnya lebih meningkat tajam pada awal Desember,” ucapnya.

Sementara pada Juni hingga Agustus, kasus Covid-19 di tanah air cukup landai.

Achmad menyebut kenaikan kasus pada akhir tahun ini masih kecil jika dibanding 2022.

Namun dia menegaskan adanya peningkatan ini diharapkan jadi alarm kewaspadaan.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa varian EG 5 menjadi varian dominan saat ini. Berbagai negara juga banyak melaporkan adanya varian ini.

“Varian EG 5 ini yang dugaan kami menjadi penyebab kenaikan kasus,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut hingga kemarin belum ada peningkatan perawatan di rumah sakit yang signifikan.

“Tidak ada rumah sakit yang melaporkan tempat tidurnya penuh,” ujarnya.

Di tempat terpisah, terkait kenaikan kasus Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa sudah ada arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai hal ini.

Jokowi meminta agar tidak perlu menciptakan kepanikan di masyarakat, terutama mereka yang akan mudik Nataru. Sebab, varian Covid-19 saat ini sudah sangat jauh dari varian utama.

”Dan biasanya kalau sudah semakin jauh dari varian utama itu tingkat kebahayaannya juga relatif rendah. InsyaAllah tidak akan kembali ke masa pandemi,” ungkapnya.

Selain itu, kini Covid-19 sudah memasuki masa endemi. Artinya, penyakit ini tidak hilang total namun tidak juga akan kembali menjadi pandemi.

Meski demikian, selama Nataru, kata dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyediakan pos-pos kesehatan di 136 titik.

Di samping itu, BNPB, Basarnas, Kementerian Dalam Negeri, hingga TNI dan Polri juga telah diminta untuk menyiapkan fasilitas yang serupa.

Masyarakat yang akan bepergian pun disarankan untuk melakukan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker hingga rajin cuci tangan.

”Kemudian memperhatikan nutrisi termasuk vitamin yang menaikkan imunitas tubuh. itu sangat disarankan tetapi tidak diwajibkan, jadi tetap kita lakukan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 mulai naik di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Hingga Minggu (17/12), kasus Covid-19 baru di Indonesia tembus 349 orang dengan total kasus aktif mencapai 1.983. (lyn)

Editor : Syahriani Siregar
#covid-19 #bpjs #jkn #kemenkes