Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ilmu Citra dan Pemanfaatannya dalam Bidang Teknik Sipil

H
Penulis: Hanif❯
Abdul Hamid.
Abdul Hamid.

Advertisement

Oleh: Abdul Hamid*

Jika dalam bidang ilmu politik sudah sangat dikenal imagologi: ilmu pencitraan untuk membangun citra positif bagi tokoh-tokoh politik, dalam teknologi dikenal ilmu citra (image science atau Bildwissenschaft) yang lebih banyak memberikan sisi positif untuk pengembangan, kecepatan, ketepatan, dan ketelitian pekerjaan. Dalam bahasa Indonesia, ilmu ini merupakan terjemahan dari image science yang mempelajari segala aspek tentang pembentukan, pengumpulan, analisis, dan evaluasi kualitas gambar atau representasi visual. Ilmu ini dapat digunakan dalam berbagai bidang sains, di antaranya ilmu teknik sipil seperti bangunan gedung, jembatan, jalan atau transportasi, irigasi, serta material atau bahan konstruksi.

Fokus utamanya adalah meneliti gambar sebagai media visual secara universal, sedangkan objeknya juga sangat luas, mencakup semua jenis gambar, termasuk gambar ilmiah hasil sinar-X (X-ray), peta, diagram, hingga citra digital seperti grafik komputer, VR (Virtual Reality), dan AI (Artificial Intelligence). VR membuat pengguna dapat masuk dan berinteraksi dengan lingkungan tiga dimensi (3D) buatan komputer secara nyata menggunakan perangkat khusus seperti headset. Sedangkan AI (kecerdasan buatan) adalah sistem atau komputer yang diprogram agar mampu meniru cara berpikir, belajar, dan berperilaku seperti kecerdasan manusia.

Advertisement

AI dalam hal ini bertujuan memahami bagaimana gambar menghasilkan makna, memengaruhi persepsi manusia, serta berfungsi dalam ilmu pengetahuan dan masyarakat—khususnya ilmu ketekniksipilan. Di era kini, ilmu citra merupakan kebutuhan yang tak terelakkan demi kecepatan, ketepatan, andalnya pekerjaan, dan efisiensi.

Dalam bidang teknik sipil, ilmu citra memanfaatkan citra digital dan data komputer untuk memeriksa, mengukur, serta memodelkan pekerjaan sebagaimana disebutkan sebelumnya. Penerapan utamanya antara lain untuk keperluan inspeksi struktur menggunakan drone dan kamera guna mendeteksi karat, retakan, serta kerusakan pada bangunan. Foto-foto datar yang diperoleh direkonstruksi menjadi model komputer 3D untuk memantau kemajuan konstruksi dan merencanakan perbaikan.

Ilmu citra juga dapat digunakan untuk memetakan lokasi atau area lahan yang luas dengan memanfaatkan citra satelit dan udara. Perubahan diukur dari waktu ke waktu secara waktu nyata (real-time), misalnya untuk memantau pola lalu lintas di suatu wilayah. Selain itu, ilmu citra dapat menguji material atau bahan bangunan/konstruksi menggunakan citra mikroskop, serta menganalisis struktur internal beton dan tanah untuk memeriksa kekuatan serta kualitasnya.

Advertisement

Adapun penggunaan ilmu citra dalam bidang teknik sipil sejauh ini dikelompokkan ke dalam empat kelompok. Pertama, survei, pemetaan, dan geoteknik (untuk perencanaan tapak/site proyek): fotogrametri drone (UAV); analisis butiran tanah dan batuan secara cepat; serta pemantauan tanah longsor dengan memanfaatkan citra satelit guna memantau pergeseran lereng atau penurunan tanah (land subsidence) di area perkotaan.

Kedua, teknik transportasi dan manajemen lalu lintas: analisis kerusakan jalan (pavement distress) menggunakan kendaraan survei khusus yang dilengkapi kamera bawah untuk memetakan lubang jalan (potholes) dan retakan jalan raya sambil berjalan. Selain itu, digunakan untuk menghitung volume lalu lintas dengan mengklasifikasikan jenis kendaraan (mobil, truk, motor) serta menghitung kepadatannya guna mengoptimalkan fase lampu lalu lintas.

Ketiga, manajemen konstruksi dan pemantauan proyek: merekonstruksi foto-foto di lapangan ke dalam model Building Information Modeling (BIM); membandingkan foto aktual di lapangan dengan model BIM 3D untuk mengecek kesesuaian kemajuan pelaksanaan pembangunan dengan rencana yang telah disusun. Teknologi ini juga digunakan untuk memantau keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui kamera pengawas (CCTV) berbasis AI guna mendeteksi secara otomatis pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm atau rompi keselamatan. Untuk melacak aset dan material, dilakukan penghitungan volume tumpukan material (seperti pasir atau kerikil) secara otomatis menggunakan pemindaian citra 3D.

Keempat, inspeksi dan pemantauan kesehatan struktur (structural health monitoring): mendeteksi keretakan secara otomatis menggunakan kamera resolusi tinggi dan algoritma penglihatan komputer (computer vision) untuk mengukur lebar serta memetakan retakan pada beton, jembatan, atau bendungan secara nondestruktif (Non-Destructive Testing). Untuk menganalisis korosi dan karat, digunakan sensor citra guna mengidentifikasi tingkat degradasi warna pada struktur baja demi mendeteksi korosi sejak dini. Guna mengukur deformasi atau perubahan bentuk, digunakan teknik Digital Image Correlation (DIC) untuk melacak pergeseran atau lendutan skala milimeter pada jembatan atau gedung saat menerima pembebanan.

Advertisement

Artikel Terkait

PKB Diminta Kawal Pembangunan Daerah: Karolin: Jadi mitra strategis Pemkab Landak

PKB Diminta Kawal Pembangunan Daerah: Karolin: Jadi mitra strategis Pemkab Landak

Bupati Landak Karolin Margret Natasa hadiri pelantikan pengurus DPC PKB Landak, tekankan pentingnya soliditas partai dan gotong royong kader

Enam Fokus Pembangunan Jadi Arah APBD Kalbar 2027, Ekonomi dan SDM Jadi Prioritas

Enam Fokus Pembangunan Jadi Arah APBD Kalbar 2027, Ekonomi dan SDM Jadi Prioritas

Pemprov Kalbar menetapkan enam fokus pembangunan dalam rancangan APBD 2027 untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyaraka

IPM Pontianak Naik Jadi 82,80, Pemprov Kalbar Apresiasi Capaian Pembangunan Kota

IPM Pontianak Naik Jadi 82,80, Pemprov Kalbar Apresiasi Capaian Pembangunan Kota

IPM Pontianak naik menjadi 82,80 dan ekonomi tumbuh 5,34 persen. Pemprov Kalbar apresiasi capaian, soroti tantangan perkotaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer