PONTIANAK POST - Tikus merupakan hewan kosmopolitan yang mampu hidup hampir di semua jenis lingkungan, mulai dari kawasan permukiman, hutan, hingga daerah berair.
Aktivitas utamanya berkisar pada mencari makan, minum, mengenali wilayah, dan berkembang biak.
Lingkungan rumah menjadi tempat yang sangat menarik bagi tikus karena menyediakan tiga kebutuhan utama sekaligus: sumber makanan, lokasi bersarang, dan tempat berlindung.
Untuk mencegah tikus betah di dalam rumah, pengendalian dapat dilakukan melalui dua pendekatan utama.
Dilansir dari laman Kemenkes, pertama, meniadakan kebutuhan hidup tikus. Kedua, memperkuat struktur bangunan agar tidak mudah dimasuki hewan pengerat tersebut.
Baca Juga: Cara Mengusir Tikus dengan Merica: Tips Alami dan Murah dari Dapur
1. Meniadakan Kebutuhan Hidup Tikus
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memastikan makanan selalu disimpan di wadah tertutup rapat.
Tandon air harus ditutup, kebocoran segera diperbaiki, dan sistem drainase dipastikan berfungsi dengan baik agar tidak menjadi sumber air bagi tikus.
Selain itu, periksa tumpukan karung berisi bahan makanan secara rutin, setidaknya dua bulan sekali.
Pangkas cabang atau ranting pohon yang bersentuhan langsung dengan bangunan rumah karena dapat menjadi “jembatan” bagi tikus.
Tempat sampah sebaiknya diletakkan sekitar 45 sentimeter dari tanah dan selalu dalam kondisi tertutup rapat.
Baca Juga: Cara Menemukan dan Mengatasi Bangkai Tikus yang Tersembunyi di Rumah
2. Perkuat Rumah dengan Bahan Anti Tikus (Rat-Proofing)
Upaya berikutnya adalah membuat rumah lebih tahan terhadap serangan tikus. Caranya, antara lain dengan mengecat dinding luar rumah—khususnya bagian bawah jendela—menggunakan cat halus minimal selebar 10 sentimeter.
Lubang ventilasi perlu ditutup kawat kasa, dan saluran air yang menghubungkan bagian dalam dan luar rumah harus ditutup dengan baik.
3. Gunakan Perangkap Tikus
Pemasangan perangkap tikus juga dapat menjadi solusi tambahan.
Gunakan minimal dua live trap (perangkap hidup) yang diletakkan di area yang sering dilalui tikus atau di lokasi ditemukannya tanda-tanda keberadaan tikus, seperti kotoran, urin, atau sisa makanan.
Umpan dapat berupa kelapa bakar atau jenis makanan yang biasa dikonsumsi tikus di sekitar rumah.
Tikus yang tertangkap dapat dimatikan dengan cara menenggelamkan perangkap ke dalam air yang telah diberi desinfektan klorin. Bangkai tikus kemudian dikubur di dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu meter.
Baca Juga: Cara Mudah Menghilangkan Bau Bangkai Tikus dengan Cepat dan Efektif
Pengendalian tikus tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama seluruh anggota keluarga, bahkan masyarakat di lingkungan sekitar, agar tikus tidak lagi memiliki tempat berlindung, bersarang, maupun sumber makanan.
Upaya ini menjadi langkah awal yang penting untuk melindungi diri dan keluarga dari berbagai penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat.
Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama agar rumah tetap sehat dan bebas dari ancaman tikus. (*)
Editor : Miftahul Khair