Makan ketupat bersama menjadi akhir dari rangkaian kegiatan yang disaksikan antusias masyarakat.
Pantauan Koran ini di lapangan, puluhan kapal hias yang sudah siap sejak pukul 13.00 WIB, sudah berbaris di tepian sungai menunggu dilepas.
Setelah waktunya, ketua adat Desa Tengguli, Majni memimpin pelaksanaan Turun Sungai di kapal yang paling pertama dengan membaca doa dan menaburkan beras kuning.
Setelah itu, peserta kapal hias menyusuri tepian sungai dengan keunikan dan kekhasan masing-masing.
Mulai dari menghias bentuk kapal Dewa Ruci, kapal mengusung kabah, kemudian kapal mengusung kubah masjid dan masih banyak lagi.
Seluruh peserta kapal hias, diperlombakan. Panitia sudah menyiapkan sejumlah juri untuk melakukan penilaian yang nantinya akan diambil para pemenang.
Setelah menyusuri sungai, kegiatan dilanjutkan dengan doa dan azan di tepian sungai serta diakhiri dengan makan ketupat secara bersama-sama.
Dalam sebuah kisah yang disampaikan saat acara, kegiatan ini sudah digelar sejak 1888, setiap 1 Muharam.
Saat itu Kampung Tengguli telah menjadi salah satu wilayah Kerajaan Sambas. Selain itu kegiatan juga bertujuan bersama-sama memohon kepada sang pencipta supaya kampung dihindarkan dari mara bahaya serta bencana.
Kegiatan inipun turun-temurun dilaksanakan, setiap warganya membuat ketupat untuk dibawa ke ujung Desa Tengguli. Tradisi inipun masih terjaga hingga sekarang.
Kepala Desa Tengguli, Daud menyampaikan apresiasi kepada LPM yang di dalamnya terdapat tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama yang mencetuskan adanya perahu atau kapal hias dalam kegiatan Festival Turun Sungai Berobat Kampong yang sudah ada sejak para orang tua terdahulu termasuk para ulama.
“Kegiatan berobat kampong ini, dilaksanakan setiap Jumat pertama memasuki Bulan Muharam, dimana dalam kegiatan ini bersama-sama memanjatkan doa agar di tahun baru ini Desa Tengguli aman, dijauhkan dari bala bahaya,” kata Kades Tengguli, Jumat (21/7).
Camat Sajad, Iswandi dalam kesempatan tersebut mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung kegiatan di Desa Tengguli, termasuk dukungan dari PT SEC.
Pangeran Adipati Kerajaan Sanggau, Gusti Heriman yang hadir memenuhi undangan dalam Festival Turun Sungai mengapresiasi kepada pihak di desa yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. (fah) Editor : Administrator