HIMPAUDI Kalbar Perkuat Solidaritas dan Perjuangkan Kepentingan Pendidik PAUD

PONTIANAK POST - Kebersamaan antarpengurus dan pendidik menjadi salah satu kekuatan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kalimantan Barat dalam menjaga solidaritas organisasi. Pertemuan lintas daerah tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat hubungan dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.
Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Kalimantan Barat, Yusniardi, mengatakan kegiatan peringatan hari jadi organisasi menjadi kesempatan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta membangun komunikasi. Kesamaan tanggung jawab dalam mendampingi anak usia dini perlu menjadi dasar untuk menjaga kekompakan.
“Yang utama bukan siapa yang menjadi juara. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, dan menjaga persaudaraan sesama keluarga besar HIMPAUDI,” kata Yusniardi.
Baca Juga: 21 Tahun HIMPAUDI Berjuang, Guru PAUD Nonformal Masih Menanti Pengakuan Negara
Ia menyebutkan, para pendidik PAUD di berbagai kabupaten dan kota menghadapi tanggung jawab serupa dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak. Solidaritas antarpengurus dan tenaga pendidik diperlukan agar organisasi tetap kuat serta mampu mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan usia dini di Kalimantan Barat.
Yusniardi berharap hubungan yang terbangun dalam kegiatan tahun ini tidak berhenti setelah seluruh rangkaian acara selesai. Kebersamaan tersebut diharapkan terus terpelihara melalui agenda organisasi berikutnya, termasuk kegiatan tingkat provinsi yang akan digelar secara bergiliran.
Menurut dia, Kabupaten Kayong Utara telah menyatakan kesediaan menjadi tuan rumah pada 2027. Sementara Kabupaten Bengkayang dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2028.
“Tahun 2027 kita berkegiatan di Kayong Utara, lalu 2028 di Bengkayang. Keduanya sudah menyatakan kesiapan. Jarak, biaya, dan perbedaan daerah jangan sampai memutus kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran peserta dari berbagai wilayah menunjukkan bahwa keterbatasan perjalanan maupun anggaran bukan penghalang untuk saling mendukung. Melalui hubungan yang semakin erat, HIMPAUDI diharapkan memiliki kekuatan bersama untuk memperjuangkan kepentingan pendidik sekaligus memperbaiki kualitas layanan bagi anak usia dini.
Menurutnya, peringatan yang digelar di Sintang menjadi satu diantara untuk merawat semangat tersebut.
"Kami selalu berharap pertemuan berikutnya membuka ruang kolaborasi dan menghasilkan gagasan yang bermanfaat bagi pendidik serta anak-anak," tutupnya. (nda)



