Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marinir AS Punya Cara Baru Lawan Drone, Peluru Khusus Bisa Pecah Jadi Lima Proyektil

B
Penulis: Budi Miank❯
Marinir Amerika Serikat menjalani latihan untuk menghadapi ancaman drone di medan pertempuran. (Dok. US Marine Corps/DVIDS)
Marinir Amerika Serikat menjalani latihan untuk menghadapi ancaman drone di medan pertempuran. (Dok. US Marine Corps/DVIDS)


Advertisement

PONTIANAK POST - Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) memperkuat kemampuan menghadapi ancaman pesawat nirawak atau drone di medan perang. 

Mereka menyiapkan kombinasi amunisi khusus yang dapat ditembakkan dari senapan standar dan perangkat peperangan elektronik untuk melumpuhkan drone lawan.

Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya penggunaan drone dalam konflik modern. Perang Rusia-Ukraina menjadi salah satu contoh bagaimana pesawat nirawak berukuran kecil, termasuk yang digunakan secara berkelompok, dapat mengancam pasukan dan kendaraan militer.

Menurut laporan SlashGear, Marinir AS kini mengandalkan dua teknologi utama, yakni amunisi Drone Round 5.56 L Variant dan sistem pengacau sinyal Pulsar-Lite buatan Anduril.

Salah satu perlengkapan baru yang disiapkan Marinir AS adalah Drone Round 5.56 L Variant. Amunisi ini dirancang untuk meningkatkan peluang prajurit mengenai drone kecil yang bergerak cepat.

Advertisement

Berbeda dari peluru standar, proyektil tersebut akan terpecah menjadi lima bagian setelah ditembakkan. Pola sebaran ini memberikan peluang lebih besar untuk mengenai sasaran udara berukuran kecil.

Amunisi berkaliber 5,56 mm itu dapat digunakan pada senapan M4A1 dan M27 Infantry Automatic Rifle tanpa perlu modifikasi khusus. Kecepatan proyektilnya disebut mencapai sekitar 2.200 kaki per detik atau sekitar 670 meter per detik.

Jangkauan efektifnya diklaim mencapai sekitar 330 kaki atau 100 meter. Angka tersebut lebih jauh dibandingkan jangkauan efektif senapan gentel atau shotgun.

Pada Juli 2026, Korps Marinir AS membeli 400.000 butir amunisi tersebut. Mereka juga berencana memperoleh tambahan satu juta butir pada tahun fiskal 2027.

Selain mengandalkan amunisi khusus, Marinir AS memperkuat kendaraan tempur amfibi atau Amphibious Combat Vehicle (ACV) dengan sistem peperangan elektronik Pulsar-Lite buatan Anduril.

Advertisement

Artikel Terkait

Saudi Klaim Drone Incar Makkah, Houthi Membantah

Saudi Klaim Drone Incar Makkah, Houthi Membantah

Saudi mengeklaim mencegat drone Houthi menuju Makkah. Houthi membantah, sementara WNI diminta tetap waspada.

Drone Rusia Hantam Kereta yang Ditumpangi Boris Johnson

Drone Rusia Hantam Kereta yang Ditumpangi Boris Johnson

Drone Rusia menghantam kereta dua kilometer dari Polandia, beberapa menit setelah rombongan Boris Johnson melewati jalur yang sama.

Pasukan Drone Polda Kalbar Diterjunkan Buru Titik Karhutla

Pasukan Drone Polda Kalbar Diterjunkan Buru Titik Karhutla

Polda Kalbar menguji drone dan peralatan karhutla untuk mempercepat deteksi titik api dan melindungi warga dari dampak kebakaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer