Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Belajar dari Kampung Febri: Tips Menghindari Investasi Bodong dan Mengelola Keuangan Keluarga ala Helmi Yahya

Khoiril Arif Ya'qob • Senin, 16 Februari 2026 | 15:00 WIB
Keluarga Helmi Yahya.
Keluarga Helmi Yahya.

PONTIANAK POST - Fenomena pensiunan yang menjadi korban investasi bodong kembali disorot dalam program Helmi Yahya Bicara.

Bersama sang istri, Febriani Sofyan, Helmi Yahya mengulas pentingnya literasi keuangan dan perencanaan hidup pasca-karier.

Melalui kanal YouTube tersebut, Febriani yang berpengalaman hampir 30 tahun di dunia keuangan menegaskan bahwa persiapan pensiun tidak boleh dilakukan secara mendadak. Salah satu kunci utamanya adalah mengenali hobi dan passion sejak masih aktif bekerja.

“Kalau hobinya masak, mulai dari sekarang. Jangan tunggu pensiun baru mulai. Saat pensiun, tinggal mengembangkan,” ujar Febriani.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Menurutnya, prinsip high return high risk sering disalahartikan dan dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.

“Kalau ada investasi yang menjanjikan keuntungan besar tanpa risiko, itu hampir pasti bohong. Skema ponzi selalu seperti itu, enak di awal, korban di belakang,” tegas Helmi.

Selain soal investasi, pasangan ini juga berbagi pola pengelolaan keuangan rumah tangga. Mereka sepakat bahwa tidak ada satu sistem yang paling benar.

Ada pasangan yang menyerahkan seluruh penghasilan ke istri, ada pula yang membagi peran keuangan. Bagi Helmi dan Febriani, kuncinya adalah transparansi dan kesepakatan.

“Istri saya pegang uang bulanan, saya juga pegang uang sendiri. Kami terbuka soal tabungan dan rencana ke depan,” kata Helmi.

Kampung Febri sendiri menjadi contoh nyata perencanaan keuangan berbasis aset dan passion. Selain menjadi sumber passive income, tempat ini juga memberi aktivitas bermakna bagi pemiliknya dan masyarakat sekitar.

“Jangan pernah bikin bisnis atau investasi yang tidak Anda pahami. Bahkan orang yang paham saja masih bisa tertipu,” pesan Helmi.

Melalui kisah ini, Helmi dan Febriani berharap masyarakat, khususnya pasangan suami istri dan calon pensiunan, bisa lebih sadar pentingnya perencanaan hidup, keuangan, dan aktivitas produktif agar terhindar dari penyesalan di masa depan. (*)

Editor : Miftahul Khair
#investasi #keuangan keluarga #bodong #mengelola #helmi yahya #kampung febri