Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Plastik Melonjak, Industri Makanan dan Minuman Alami Lonjakan Biaya Produksi

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 April 2026 | 22:18 WIB
KEMASAN: Petugas rumah kemasan tengah melakukan proses pengemasan pada salah satu produk UMKM Pontianak.
KEMASAN: Petugas rumah kemasan tengah melakukan proses pengemasan pada salah satu produk UMKM Pontianak.

 

PONTIANAK POST - Lonjakan harga plastik mulai menekan industri makanan dan minuman (mamin).

Selain mengerek biaya produksi, kelangkaan bahan baku bahkan berpotensi mengganggu keberlanjutan produksi dalam beberapa bulan ke depan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan hampir seluruh produk mamin menggunakan plastik sebagai kemasan.

Ketika harga plastik melonjak dan pasokan menipis, dampaknya langsung terasa pada biaya produksi hingga harga jual di pasar.

“Ini situasi yang cukup rumit. Hampir semua produk menggunakan plastik, dan sekarang kita juga kesulitan mendapatkan bahan baku dari pemasok,” ujarnya di Jakarta kemarin (17/4).

Menurut Adhi, sejumlah pemasok bahkan telah memberi sinyal keterbatasan pasokan hingga pertengahan tahun.

Sebagian menyebut stok bahan baku plastik berpotensi habis pada Mei atau Juni jika tidak ada solusi pasokan baru.

Lonjakan harga plastik juga terbilang drastis.

Adhi menyebut kenaikannya berkisar antara 30 persen hingga 100 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Dampaknya cukup signifikan karena kemasan menyumbang sekitar 20–25 persen dari total biaya produksi produk makanan dan minuman.

Kenaikan harga plastik otomatis meningkatkan harga pokok produksi.

Namun ruang bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga jual sangat terbatas karena daya beli masyarakat belum pulih sepenuhnya.

Akibatnya margin pelaku usaha semakin tertekan.

“Katakan kontribusi kemasan 20 persen, kalau harga plastik naik 60 persen berarti harga pokok bisa naik sekitar 12 persen. Kalau harga jual hanya bisa naik 5 persen, berarti margin kita sudah minus,” jelasnya.

Sejumlah produsen bahkan mulai menaikkan harga produk di pasar.

Kenaikan tersebut tidak hanya terjadi pada produk olahan, tetapi juga mulai terlihat pada komoditas dasar seperti beras dan minyak goreng.

Menurut Adhi, kenaikan itu bukan semata karena harga bahan pangan, melainkan meningkatnya biaya kemasan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pelaku industri mendorong pemerintah membuka opsi impor bahan baku plastik dari negara alternatif.

Pasalnya industri hulu dalam negeri juga mengalami penurunan produksi hingga sekitar 30 persen.

Di sisi lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan dampak krisis plastik bisa lebih luas terhadap aktivitas industri.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Bob Azam mengatakan lonjakan harga plastik dipicu gangguan rantai pasok global.

Gangguan tersebut terutama terkait bahan baku turunan minyak bumi seperti nafta dan gas.

“Bayangkan harga plastik bisa naik 60–70 persen. Padahal hampir semua produk menggunakan plastik,” ujarnya.

Menurut Bob, ketidakpastian pasokan bahan baku mulai mengganggu aktivitas produksi berbagai sektor industri.

Pelaku usaha bahkan mulai khawatir terhadap keberlanjutan operasional dalam waktu dekat.

“Kita tidak tahu April atau Mei masih bisa produksi atau tidak. Situasinya sangat berat,” katanya.

Jika kondisi ini berlanjut, tekanan biaya produksi berpotensi semakin mempersempit margin industri.

Karena itu, penguatan rantai pasok dinilai menjadi kunci agar industri tidak mengalami gangguan produksi lebih luas.

“Kalau rantai pasok tidak kuat, kita bisa celaka menghadapi situasi ekonomi yang berat ini,” pungkas Bob. (ars)


Infografis – Fakta Penting

Poin Keterangan
Sektor Terdampak Industri makanan dan minuman
Penyebab Lonjakan harga dan kelangkaan plastik
Kenaikan Harga Plastik 30% – 100%
Kontribusi Kemasan 20% – 25% dari biaya produksi
Dampak ke HPP Bisa naik sekitar 12%
Pasokan Plastik Terancam menipis hingga Mei–Juni
Produksi Industri Hulu Turun sekitar 30%
Risiko Gangguan produksi dan margin usaha tertekan

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#harga plastik naik #industri makanan minuman #krisis plastik Indonesia #Gapmmi #biaya produksi industri