Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Tak Hanya Promosikan QRIS, Peserta Jelajah Kuliner Kalbar Ajak Masyarakat Singkawang Cinta dan Paham Rupiah

Novantar Ramses Negara • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:36 WIB
Para peserta sedang berfoto dengan masyarakat saat menjalankan misi di ajang QRIS Jelajah Kuliner.(NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST)
Para peserta sedang berfoto dengan masyarakat saat menjalankan misi di ajang QRIS Jelajah Kuliner.(NOVANTAR RAMSES NEGARA/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST – Peserta QRIS Jelajah Kuliner Kalbar 2026 tidak hanya mempromosikan penggunaan transaksi digital melalui QRIS, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah (CBP Rupiah).

Memasuki hari ketiga pelaksanaan kegiatan, Jumat (17/7), tujuh tim peserta menyambangi Cattu Coffee di Kota Singkawang, lokasi pelaksanaan layanan Pusaka (Penukaran Uang dan Sosialisasi kepada Masyarakat) hasil kolaborasi Bank Indonesia dan Bank Kalbar.

Di sela layanan penukaran uang, para peserta berinteraksi langsung dengan masyarakat yang mengantre. Mereka memberikan edukasi mengenai cara memperlakukan Rupiah dengan benar, mulai dari tidak melipat, meremas, mencoret, membasahi, hingga menstaples uang karena dapat mempercepat kerusakan fisik uang.

Baca Juga: Bank Indonesia Kalbar Gandeng Konten Kreator Kenalkan QRIS Lewat Jelajah Kuliner Khas Daerah

Berbagai cara kreatif dilakukan peserta untuk menarik perhatian masyarakat. Selain menggunakan media presentasi melalui tablet, mereka juga membawa atribut edukatif, termasuk dompet lipat panjang sebagai simbol pentingnya menyimpan uang agar tetap rapi dan tidak mudah rusak.

Salah seorang peserta dari tim Sipscan mengatakan edukasi tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa menjaga kondisi Rupiah merupakan bentuk penghargaan terhadap simbol negara.

"Rupiah jangan dilipat, jangan diremas, jangan dibasahi, jangan dicoret, dan jangan distaples. Kebiasaan-kebiasaan kecil seperti itu ternyata berpengaruh terhadap usia edar uang," ujarnya saat memberikan edukasi.

Edukasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Sesia (19), warga Singkawang, mengaku baru memahami bahwa kebiasaan melipat atau memperlakukan uang secara sembarangan dapat mempercepat kerusakan Rupiah.

Baca Juga: Naik Speedboat hingga Belanja Kuliner, Cara Unik BI Kalbar Kenalkan QRIS Lewat Kreator Konten

"Menurut saya edukasi seperti ini sangat bagus. Selama ini banyak orang berpikir uang yang lecek atau rusak tetap bisa dipakai, padahal kita juga harus menghargai Rupiah sebagai mata uang negara kita," katanya.

Hal senada disampaikan Christina, yang mengaku selama ini terbiasa melipat uang agar mudah disimpan di saku pakaian.

"Ternyata kebiasaan itu membuat uang cepat rusak. Setelah mendapat penjelasan hari ini, saya jadi lebih paham bagaimana memperlakukan Rupiah dengan benar," ujarnya.

QRIS Jelajah Kuliner Kalbar 2026 diikuti tujuh tim, yakni Temet, Aoq Gas, Jejak Kapuas, Tiga Rasa Khatulistiwa, Choipay, Kemponan, dan Sipscan.

Selama lima hari pelaksanaan, para peserta menjelajahi Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Singkawang untuk mempromosikan penggunaan QRIS di sektor kuliner sekaligus mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah kepada masyarakat. (mse)

Editor : Miftahul Khair
QRIS Jelajah Kuliner Kalbar 2026 bank indonesia edukasi singkawang