Penumpang Kapal di Kalbar Melonjak, Pelabiuhan Dwikora Makin Sibuk

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 23:57 WIB
SUASANA PELABUHAN: Seorang ayah mendorong anak yang menumpangi koper di Pelabuhan Dwikora Pontianak, saat kapal penumpang datang, Jumat (13/3/2026).
SUASANA PELABUHAN: Seorang ayah mendorong anak yang menumpangi koper di Pelabuhan Dwikora Pontianak, saat kapal penumpang datang.

 

PONTIANAK POST – Aktivitas transportasi laut di Kalimantan Barat menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada Juni 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat jumlah penumpang angkutan laut yang datang mencapai 12.150 orang, meningkat 47,24 persen dibandingkan Mei 2026. Sementara jumlah penumpang yang berangkat melonjak lebih tinggi, yakni 15.736 orang atau naik 120,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan arus penumpang ini menjadi indikator semakin tingginya mobilitas masyarakat antarpulau yang turut mendorong aktivitas perdagangan, jasa, dan perekonomian di wilayah pesisir Kalimantan Barat.

Pelabuhan Dwikora Mendominasi Arus Penumpang

Dari tujuh pelabuhan yang dipantau BPS, Pelabuhan Dwikora Pontianak masih menjadi simpul utama transportasi laut di Kalimantan Barat.

Pada Juni 2026, pelabuhan ini melayani 9.716 penumpang datang, atau sekitar 79,97 persen dari total kedatangan penumpang angkutan laut di Kalimantan Barat. Jumlah tersebut meningkat 52,26 persen dibandingkan Mei 2026 dan naik 44,99 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Dominasi Dwikora menunjukkan perannya yang masih sangat penting sebagai pintu masuk utama mobilitas masyarakat melalui jalur laut.

Keberangkatan Penumpang Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat

Lonjakan paling mencolok terjadi pada arus keberangkatan.

Selama Juni 2026, jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan di Kalimantan Barat mencapai 15.736 orang, meningkat 120,64 persen dibandingkan Mei 2026. Dibandingkan Juni 2025, jumlah tersebut juga tumbuh 35,44 persen.

Pelabuhan Dwikora kembali menjadi penyumbang terbesar dengan 12.931 penumpang berangkat, atau 82,17 persen dari total keberangkatan di Kalimantan Barat.

Jumlah tersebut melonjak 134,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 31,96 persen dibandingkan Juni 2025.

Tujuh Pelabuhan Menjadi Penopang Konektivitas Kalbar

Statistik transportasi laut BPS mencakup tujuh pelabuhan utama, yakni Sintete dan Pemangkat di Kabupaten Sambas, Suka Bangun dan Kendawangan di Kabupaten Ketapang, Telok Melano di Kabupaten Kayong Utara, Kijing di Kabupaten Mempawah, serta Dwikora di Kota Pontianak.

Pelabuhan-pelabuhan tersebut melayani angkutan penumpang maupun bongkar muat barang untuk pelayaran antarpulau dan perdagangan luar negeri. Keberadaan jaringan pelabuhan ini menjadi infrastruktur penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat.

Mobilitas Laut Menggambarkan Aktivitas Ekonomi yang Menguat

Meningkatnya jumlah penumpang kapal mencerminkan bertambahnya aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, berdagang, berwisata, maupun mengunjungi keluarga.

Bagi pelaku usaha transportasi, tren ini memberikan peluang peningkatan permintaan jasa pelayaran. Sementara bagi pemerintah daerah, kenaikan mobilitas menjadi sinyal positif bahwa konektivitas antarpulau semakin aktif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelabuhan Dwikora Semakin Strategis

Dominasi Pelabuhan Dwikora dalam arus kedatangan maupun keberangkatan menunjukkan pelabuhan ini masih menjadi pusat transportasi laut Kalimantan Barat.

Ke depan, peningkatan jumlah penumpang perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan, keselamatan pelayaran, serta kapasitas terminal penumpang agar pertumbuhan mobilitas dapat dilayani secara aman dan nyaman.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
transportasi laut Kalbar penumpang kapal Kalbar pelabuhan Kalimantan Barat bps kalbar pelabuhan dwikora