PONTIANAK POST - Leapmotor resmi memperkenalkan versi penyegaran B10 dan B01 di China dengan membawa teknologi 800 volt (800V) ke segmen mobil listrik berharga di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp220 jutaan.
Produsen kendaraan listrik asal China itu bahkan menyebut para pesaing baru akan mampu mengejar teknologi tersebut paling cepat tahun depan.
Dilansir dari CarNewsChina, Leapmotor B10, yang merupakan SUV kompak, dipasarkan dengan harga 99.800–125.800 yuan (sekitar USD 14.700–18.500).
Baca Juga: BYD Racco Hadir 28 Juli, Mobil Listrik Kompak dengan Jarak Tempuh 320 Km
Sementara itu, sedan kompak B01 dijual mulai 95.800 yuan hingga 119.800 yuan (sekitar USD 14.100–17.600). Kedua model mengusung platform 800V silicon carbide (SiC) sebagai standar di seluruh varian.
Selain platform kelistrikan baru, B10 dan B01 dibekali chip Qualcomm 8650 untuk sistem bantuan mengemudi pintar serta sensor LiDAR pada seluruh lini produk.
Di sektor kabin, keduanya menggunakan prosesor Qualcomm 8295, dengan B01 memakai versi 8295P, yang mendukung interaksi berbasis kecerdasan buatan, pembaruan perangkat lunak FOTA (Firmware Over-the-Air), dan berbagai fungsi kokpit digital.
Leapmotor menawarkan dua pilihan kapasitas baterai. B10 memiliki jarak tempuh hingga 610 kilometer berdasarkan standar CLTC, sedangkan B01 mampu mencapai 670 kilometer.
Berkat teknologi 800V 3C fast charging, baterai kedua model dapat diisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 16 menit.
Pilihan motor listrik terdiri atas tiga tingkat tenaga, yakni 132 kW (177 hp), 180 kW (241 hp), dan 185 kW (248 hp).
Dengan konfigurasi tertinggi, B10 mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 6,4 detik, sedangkan B01 mencatat waktu 6,1 detik.
Dari sisi dimensi, Leapmotor B10 memiliki panjang 4.515 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.655 mm, dan jarak sumbu roda 2.735 mm.
Sementara B01 berukuran panjang 4.770 mm, lebar 1.880 mm, tinggi 1.490 mm, dengan wheelbase yang sama, yakni 2.735 mm. Sedan ini juga memiliki koefisien hambatan udara 0,197 Cd.
Untuk keselamatan, kedua model menggunakan struktur bodi dengan kandungan lebih dari 75 persen baja berkekuatan tinggi.
Leapmotor juga menyematkan sistem kendali sasis yang mampu menstabilkan kendaraan dalam waktu 500 milidetik apabila terjadi pecah ban.
Usai peluncuran, Senior Vice President Leapmotor Cao Li menyatakan optimistis terhadap keunggulan teknologi perusahaan.
Menurutnya, meski kompetitor mulai mengejar saat ini, mereka kemungkinan baru dapat menyamai Leapmotor pada tahun depan.
Baca Juga: Mobil Listrik Chery Q Mulai Dijual Rp200 Jutaan, Cek Bonus Spesial Pre-Booking di Sini!
Peluncuran B10 dan B01 memperkuat strategi Leapmotor menghadirkan teknologi yang sebelumnya hanya tersedia pada mobil listrik premium ke segmen harga yang lebih terjangkau.
Langkah tersebut juga melanjutkan tren pertumbuhan perusahaan, yang mencatat rekor pengiriman global 93.376 kendaraan pada Juni 2026, naik 95 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor : Chairunnisya