Luar Kampus (luarkampus.id), startup pendidikan yang didirikan pada awal 2024 menunjukkan eksistensinya sebagai platform pencarian beasiswa terbesar di Indonesia. Startup ini menjembatani kebutuhan antara pencari dan pemberi beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri. Siapa sangka, pendirinya adalah putra asli Kalimantan Barat.
Siti Sulbiyah, Pontianak
PONTIANAK POST - Di balik layar luarkampus.id yang kini telah menjangkau puluhan negara, ada semangat dua pemuda asal Kalbar yang ingin menjadikan pendidikan lebih inklusif dan dapat diakses oleh siapa saja. Mereka adalah Syekh Arpi Ageng dan Ikhwan Ruslianto, pendiri Luar Kampus, sebuah startup pendidikan yang telah menjadi asisten pencarian beasiswa terbesar di Indonesia.
Berangkat dari keresahan banyak orang yang ingin melanjutkan pendidikan namun terkendala biaya, Luar Kampus hadir bukan sekadar sebagai direktori beasiswa. Startup ini hadir sebagai jembatan digital yang mempertemukan para pencari beasiswa dengan pemberi bantuan pendidikan dari seluruh dunia.
“Luar Kampus hadir untuk orang yang butuh beasiswa di seluruh dunia,” ungkap Ikhwan Ruslianto, Co-Founder sekaligus Chief Partnership Officer (CPO) Luar Kampus.
Startup yang dibangun berbasis website ini hadir guna memastikan bahwa tidak ada lagi batasan bagi siapapun untuk melanjutkan pendidikan hanya karena alasan finansial.
Didirikan pada awal tahun 2024, Luar Kampus berkembang pesat. Kini, platform ini telah digunakan oleh lebih dari 650 ribu pengguna dari dalam dan luar negeri, dan telah diakses dari 20 negara.
“Ini menjadikan kami dapat memberikan impact yang besar buat dunia pendidikan,” kata Ikhwan.
Bagi Ikhwan dan Ageng, dunia pendidikan bukanlah hal asing. Ikhwan sendiri merupakan dosen dan Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan di Universitas Tanjungpura (Untan). Ageng juga begitu dekat dengan beasiswa, bahkan jalan ini membuka kehidupan yang lebih baik baginya
“Founder-nya (Ageng,red) dari dulu hidup dari beasiswa, bahkan sampai ke berbagai negara,” ujar Ikhwan.
Pengalaman itulah yang menjadi fondasi kuat startup ini. Melalui platform ini, Luar Kampus menyasar mereka yang benar-benar membutuhkan akses pendidikan gratis.
Hal yang membuat Luar Kampus berbeda dari platform pencarian beasiswa lainnya adalah pendekatan teknologinya yang cerdas. Menggunakan kecerdasan buatan (AI), platform ini mencocokkan profil pengguna dengan beasiswa yang paling relevan.
“Mau kuliah di Korea, Polandia, Hungaria, Rumania, Jepang, dan lainnya, semuanya bisa asal berlangganan luarkampus.id. Dan itu sangat terjangkau,” ujarnya.
Layanan ini tidak hanya membantu pengguna menemukan beasiswa, tapi juga menyusun strategi dari pendaftaran, syarat dokumen, hingga bimbingan agar peluang diterima makin besar.
Luar Kampus tidak hanya hadir bagi pengguna yang mencari beasiswa. Di sini, beasiswa-lah yang kini justru ‘mendatangi’ pengguna. “Kalau platform lain itu orang yang cari beasiswa, di luarkampus.id, beasiswanya yang cari orang,” jelas Ikhwan.
Kerja keras dan dedikasi tim Luar Kampus pun mendapat pengakuan. Startup ini terpilih sebagai Best of The Best Startup dalam ajang NextDev Telkomsel, sebuah kompetisi startup bergengsi yang menyoroti inovasi dengan dampak sosial nyata.
Sebagai bentuk apresiasi, Ikhwan dan Syekh akan terbang ke London Tech Week, ajang global yang mempertemukan para inovator, investor, dan pemimpin teknologi dunia. “Lalu Oktober nanti kami dikirim ke Amerika Serikat. Ini salah satu bentuk ‘beasiswa’ juga buat kami,” ucap Ikhwan.
Jembatan Bagi Pemberi Beasiswa
Namun, di balik pencapaian ini, tantangan tetap hadir. Akuisisi pengguna memang tinggi, tetapi konversi ke layanan berbayar masih menjadi tantangan tersendiri. “Edukasi masyarakat terhadap model berlangganan startup pendidikan di Indonesia memang masih minim,” ujar Ikhwan.
Untuk mengatasi hal ini, Luar Kampus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, instansi pemerintah, dan perusahaan-perusahaan pemilik program beasiswa, termasuk memanfaatkan dana CSR untuk pendidikan.
“Sehingga akses terhadap LuarKampus.id bisa masif secara gratis. Misalnya melalui dana CSR yang punya program pendidikan,” jelasnya.
Tak hanya mendampingi pelamar, Luar Kampus juga menyelesaikan masalah yang dihadapi para pemberi beasiswa. “Banyak pemberi beasiswa kesulitan memenuhi kuota penerima karena informasinya tidak sampai ke target yang pas,” ungkap Ikhwan.
Dalam satu kasus, sebuah program beasiswa yang sebelumnya hanya menjaring 50 pelamar tiap tahun, setelah bekerja sama dengan Luar Kampus berhasil mencapai 300 pelamar atau naik enam kali lipat.
“Hal inilah yang menyemangati kita juga bahwa pemberi beasiswa ini dapat berkolaborasi dengan kami sehingga informasi yang diberikan sampai ke targetnya,” tutur Ikhwan.
Baca Juga: PTPN IV Regional 5 Tebar Manfaat, Salurkan 2700 Paket Kurban
Luar Kampus juga membentuk tim validator khusus yang bertugas memastikan setiap informasi beasiswa yang tampil di platform adalah 100 persen valid, bukan abal-abal atau penipuan.
Di sisi lain, Luar Kampus tak hanya memberi akses, tapi juga membangun kesiapan. Mereka memiliki tim kurikulum dan pelatihan, menyediakan tutorial serta pelatihan intensif agar pelamar bisa memahami, menyusun dokumen, dan lolos seleksi beasiswa yang dituju. “Harapannya, semua yang melamar lewat Luar Kampus bisa lolos,” ujar Ikhwan.*
Editor : Hanif