Sekolah Sepak Bola (SSB) fokus membina kelompok umur usia dini makin menggeliat di Pontianak. Dari banyaknya perhelatan turnamen, berpeluang pula melahirkan pesepak bola muda berbakat. Paling baru adalah event Saling Jaga Soccer yang diikuti seribuan pemain usia dini.
MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak
Beberapa tahun ke belakang, banyak tumbuh Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kota Pontianak. Bertumbuhnya SSB, juga berhubungan dengan penyelenggaraan event sepak bola kelompok umur yang tiada jeda.
Mulai dari penyelenggaraan turnamen sepak bola, sepak bola mini, mini soccer hingga futsal. Baik dilaksanakan antar sekolah atau membawa nama SSB.
Baru-baru ini, juga diadakan event bertajuk Saling Jaga Soccer dilaksanakan di Stadion Sepak Bola Untan. Pesertanya membludak. Total 169 laga dimainkan, dengan jumlah peserta mencapai 1.440 pemain kategori usia 8-14 tahun.
Jumlah pesertanya banyak. Dari seribuan pemain itu, niscaya bakal menjadi tumpuan andalan bagi timnya. Tak menutup kemungkinan mereka inilah calon pengisi skuad garuda kelak.
Teriakan orang tua di atas tribun menyeruak. Semangat tambahan dari pemain ke 12, menjadi pelecut para pemain untuk berupaya bisa bermain sebaik mungkin, dan pastinya, cetak gol dan membawa tim menang.
Terlepas dari kemenangan, mereka juga dididik untuk paham tentang arti sportifitas. Bahwa dalam dunia olahraga, para atlet tidak hanya tahu arti kemenangan. Namun paham arti kekalahan sehingga memunculkan jiwa-jiwa fairplay olahraga.
“Dari hari pertama sampai hari terakhir, energi anak-anak tidak pernah habis. Mereka bermain dengan gembira, namun tetap disiplin dan saling menjaga, sesuai semangat nama turnamen ini,” ujar Dynnu Sanjaya, perwakilan event Saling Jaga Soccer kepada Pontianak Post.
Kata dia turnamen sepak bola usia dini Saling Jaga Soccer Championship 2025 resmi berakhir (23/11). Selama empat hari pelaksanaan, ajang ini menghadirkan sekitar 80 tim dengan total kurang lebih 1.440 pemain usia 8–14 tahun, memainkan 169 pertandingan, dengan estimasi kehadiran hingga tiga ribu penonton per hari yang didominasi keluarga para pemain dan pecinta sepak bola muda di Kalimantan Barat.
“Mudah-mudahan turnamen ini bisa menjadi ruang pembinaan sekaligus perayaan sepak bola usai dini yang aman, edukatif dan menyenangkan,” ujarnya.
Melalui Saling Jaga Soccer Championship, dia berharap dapat menghadirkan turnamen yang tidak hanya fokus pada hasil pertandingan, tetapi juga pada pengalaman dan perjalanan setiap anak.
“Bagi kami, setiap anak yang berani turun ke lapangan adalah pemenang. Ke depan, kami ingin menjadikan Saling Jaga Soccer Championship sebagai agenda rutin dan membuka ruang kolaborasi dengan lebih banyak sekolah, SSB, komunitas, dan stakeholder sepak bola lainnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PSSI Kota Pontianak, Lely Suheri, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya turnamen ini.
“Turnamen seperti ini bukan hanya soal siapa yang juara, tapi bagaimana kita menyiapkan generasi baru sepak bola Pontianak dan Kalimantan Barat. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan berani berkompetisi secara sehat. Kami berharap event ini bisa menjadi agenda rutin dan diperluas jangkauannya di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Dari sisi kampus, Sy. Zulkifli yang mewakili Rektor Universitas Tanjungpura, menegaskan komitmen Untan dalam mendukung kegiatan positif bagi anak dan remaja.
“Sebagai perguruan tinggi negeri di Kalimantan Barat, Universitas Tanjungpura sangat terbuka untuk kolaborasi kegiatan pembinaan generasi muda, termasuk melalui olahraga. Kami senang stadion dan fasilitas kampus bisa menjadi rumah bagi turnamen yang bernuansa edukatif dan kekeluargaan seperti Saling Jaga Soccer Championship,” jelasnya.
Sebagai informasi, untuk juara 1 kategori U 8 diraih RR Academy, U 9 diraih Porti FC, U 10 Zaula Academy, U 11 Zaula x Oasis, U 12 Gelora Sintang dan U 14 Porti.(*)
Editor : Hanif