Duta HIV/AIDS Sintang Disiapkan Jadi Pelopor Edukasi dan Penghapus Stigma ODHA

Riska Nanda Kumala Sari • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:37 WIB
Suasana pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang 2026 di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Minggu (18/10) sore. (RISKA / PONTIANAK POST)
Suasana pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang 2026 di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Minggu (18/10) sore. (RISKA / PONTIANAK POST)

Edukasi HIV/AIDS tidak cukup hanya menjelaskan cara penularan dan pencegahannya, tetapi juga harus membangun kepedulian masyarakat terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Karena itu, Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang Tahun 2026 diharapkan mampu menjadi penggerak informasi kesehatan sekaligus memutus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.

RISKA NANDA, SINTANG 

Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Niko Dimus, mengatakan generasi muda memiliki peran strategis dalam menyebarkan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS. Menurut Niko, HIV/AIDS merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah dan tenaga kesehatan. Masyarakat perlu memahami mekanisme penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.

“Edukasi yang benar, kepedulian sosial, serta keberanian menyampaikan informasi yang tepat mengenai HIV/AIDS sangat dibutuhkan,” ujar Niko saat membuka Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Sintang 2026 di Pendopo Wakil Bupati Sintang, Minggu (18/10) sore.

Baca Juga: Cegah Penularan HIV/AIDS Stop Stigma ODHA di Kabupaten Sambas

Selain meningkatkan pengetahuan, upaya penanggulangan HIV/AIDS harus diiringi perubahan cara pandang terhadap ODHA. Kurangnya pemahaman dapat memicu perlakuan diskriminatif yang membuat mereka dijauhi dalam kehidupan sosial. Ia berharap pemilihan tersebut tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk anak muda yang mampu berkomunikasi dan menyampaikan informasi kesehatan secara bertanggung jawab. 

"Kami juga berharap para peserta dapat mengajak teman sebaya menerapkan perilaku sehat serta memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS," harapnya.

Duta terpilih nantinya diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjangkau pelajar, mahasiswa, komunitas pemuda, dan masyarakat luas. Peran tersebut perlu didukung perangkat daerah, instansi kesehatan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta keluarga.

Niko menambahkan, masyarakat perlu memiliki ruang yang terbuka untuk memperoleh informasi dan mengakses layanan kesehatan tanpa rasa takut. Dengan demikian, upaya pencegahan HIV/AIDS dapat berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak dan martabat ODHA.

“Jangan sampai karena kurangnya pengetahuan, kita justru menjauhi atau mendiskriminasi saudara-saudara kita yang hidup dengan HIV/AIDS,” pungkasnya. (*)

Editor : Hanif
Duta HIV/AIDS Sintang 2026 edukasi HIV/AIDS stigma terhadap ODHA pencegahan HIV/AIDS Niko Dimus