PONTIANAK POST - Orang tua seharusnya menerapkan cara komunikasi yang tepat saat menghadapi perilaku anak yang sedang mengalami ledakan emosi atau kondisi negatif lainnya.
Fitria Adriana, M.Psi, Psikolog, mengingatkan bahwa respons yang tidak tepat justru dapat memberikan dampak buruk terhadap perkembangan emosional anak.
“Namun kadang kala sikap orang tua ketika anak lagi ya kayak gini terus pengennya kita nasehati itu kadang mungkin cara ngomongnya salah, misalnya malah kayak mempermalukan anak gitu,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa cara-cara komunikasi yang mempermalukan anak bisa berdampak tidak baik bagi mereka. Hal ini bisa membuatnya tidak percaya diri untuk melakukan apapun karena selalu dikomentari sama orang tuanya gitu.
"Jadi (anak) ragu-ragu untuk bertindak,” imbuhnya.
Dampak lanjutannya, anak menjadi mudah merasa malu, minder, dan pasif terhadap lingkungan sekitarnya.
Selain itu anak juga berpotensi memiliki masalah regulasi emosi. Misalnya, rasa malu yang sudah berlebihan akan memunculkan kecemasan terhadap lingkungannya.
“Jadi bawaannya malah nangis gitu. Kadang suka nangis, jadi gampang kecewa. Terus juga malah jadi menghambat kemandirian,” tegasnya. (sti)
Editor : Miftahul Khair