Bukan Sekadar Suara, Tapi Tekanan Sosial
Dosen Sosiologi Universitas Airlangga, Pingkan Sekar Savira, S.Sos., M.Sos., menilai konflik ini tidak sesederhana masalah kebisingan. Menurutnya, ada beban ekspektasi sosial yang berat di pundak orang tua.
"Ada standar tak tertulis bahwa orang tua yang baik adalah mereka yang mampu menenangkan anaknya dengan cepat. Tekanan ini sering berujung pada pelabelan 'orang tua tidak becus', padahal mereka mungkin sudah berusaha maksimal," ungkap Pingkan dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Tips Psikolog Mengasuh Anak Kandung dan Anak Angkat agar Tetap Adil
Di sisi lain, Pingkan mengakui bahwa merasa kaget atau tidak nyaman saat mendengar suara melengking adalah respons alami otak manusia. Namun, yang menjadi pembeda adalah bagaimana cara kita merespons rasa tidak nyaman tersebut.
Etika Menegur Tanpa Menghakimi
Menegur orang tua agar menenangkan bayinya di ruang publik sebenarnya bukan hal terlarang. Namun, Pingkan menekankan bahwa ruang publik bersifat inklusif, milik semua orang, termasuk anak kecil. Pendekatan empatik jauh lebih efektif daripada teguran yang menghakimi.
Baca Juga: Tips Aktivitas Fisik Anak Berdasarkan Usia, dari Bayi hingga Prasekolah
Alih-alih langsung marah, cobalah memulai percakapan yang suportif.
"Bisa dimulai dengan kalimat seperti, 'Adiknya sudah dibawa keliling, Bu?' atau 'Mungkin butuh udara segar ya?'. Cara ini membuat orang tua merasa dihargai, bukan diserang," saran Pingkan.
Tentu saja, jika berada di tempat yang butuh ketenangan khusus seperti perpustakaan atau bioskop, pesan tetap bisa disampaikan secara spesifik namun tetap dengan nada yang halus.
Baca Juga: Tips Menjaga Anak Tetap Tenang Saat Dibawa ke Tempat Kerja
Pentingnya Dukungan Tetangga
Dalam konteks lingkungan tempat tinggal, terutama di permukiman padat, toleransi antarwarga sangat diuji. Pingkan menyayangkan tren urbanisasi yang membuat relasi sosial kian renggang sehingga empati menurun.
Jika merasa terganggu, ia menyarankan untuk membuka dialog ringan saat suasana sedang tenang. Menanyakan kondisi si kecil, seperti apakah sedang tumbuh gigi, dapat membuka komunikasi tanpa memicu pertengkaran. Bahkan, tawaran bantuan sederhana akan sangat berarti bagi orang tua yang mungkin sedang lelah secara fisik dan psikis.
Pesan untuk Orang Tua: Jangan Defensif
Dari sisi orang tua, Pingkan mengingatkan agar tetap terbuka terhadap masukan yang disampaikan secara sopan.
"Ruang publik adalah ruang bersama. Jika ada yang merasa terganggu dan menyampaikannya dengan baik, orang tua perlu berusaha menenangkan anaknya," tambahnya.
Baca Juga: Tips Parenting: Memahami Emosi Anak Lewat Bahasa Tubuh dan Komunikasi
Orang tua diharapkan tidak langsung bersikap defensif. Tidak semua teguran adalah bentuk diskriminasi terhadap anak. Pada akhirnya, keseimbangan antara orang tua yang responsif dan lingkungan yang memahami adalah kunci interaksi sosial yang sehat.
Dengan etika dan komunikasi yang tepat, tangisan bayi tidak perlu berakhir menjadi laporan polisi atau viral di media sosial, melainkan bagian dari dinamika hidup bermasyarakat yang saling mendukung. (*)
Editor : Chairunnisya