Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Cara Tepat Orang Tua Lindungi dan Pulihkan Anak Korban Grooming

Chairunnisya • Kamis, 23 April 2026 | 13:13 WIB
Ilustrasi anak (FREEPIK)
Ilustrasi anak (FREEPIK)

PONTIANAK POST - Mengetahui anak menjadi korban child grooming adalah situasi yang mengguncang bagi orang tua. Rasa panik, marah, hingga bersalah kerap muncul bersamaan.

Namun, tanpa disadari, respons yang keliru justru dapat memperparah luka psikologis anak.

Child grooming merupakan proses manipulasi psikologis yang dilakukan secara bertahap. Pelaku membangun kedekatan emosional dan kepercayaan anak dengan tujuan eksploitasi, baik secara seksual maupun emosional.

Karena berlangsung perlahan dan tampak “normal”, banyak orang tua baru menyadarinya ketika dampaknya sudah muncul.

“Grooming jarang diawali dengan kekerasan. Pelaku sering tampil ramah, penuh perhatian, bahkan terlihat melindungi anak. Di sinilah orang tua kerap terlambat menyadari,” ujar Ni Made Karinadevi Permata Jati, MPsi, Psikolog, dikutip dari Jawapos.

Baca Juga: Tips Psikolog Mengasuh Anak Kandung dan Anak Angkat agar Tetap Adil

Hindari Reaksi Emosional Berlebihan

Saat mencurigai anak menjadi korban grooming, orang tua diimbau untuk tidak langsung bereaksi secara emosional, seperti marah, panik, atau menginterogasi. Respons impulsif dapat membuat anak merasa tidak aman dan semakin menutup diri.

Sebaliknya, orang tua perlu mengambil posisi sebagai pendengar yang tenang dan empatik. Biarkan anak bercerita sesuai ritmenya. Peran utama orang tua adalah hadir, mendengarkan, dan tidak menghakimi.

Tegaskan Anak Tidak Bersalah

Hal penting lainnya adalah menegaskan kepada anak bahwa dirinya tidak bersalah. Kalimat sederhana seperti “Ini bukan salah kamu” memiliki dampak besar dalam meredakan rasa malu dan takut yang sering dirasakan korban.

Baca Juga: Tips Memilih Tas Sekolah untuk Anak Balita; Ringan, Nyaman, dan Disukai Anak

Kesalahan yang kerap terjadi adalah menyalahkan anak, baik secara langsung maupun tersirat, misalnya melalui pertanyaan bernada menghakimi.

Reaksi emosional berlebihan, termasuk kemarahan ekstrem atau ancaman terhadap pelaku di depan anak, justru membuat anak semakin tidak aman.

Pastikan Keamanan dan Cari Bantuan Profesional

Orang tua juga perlu menghindari memaksa anak untuk segera menceritakan detail kejadian atau menyebarkan cerita tanpa persetujuan anak. Hal ini dapat memperkuat rasa malu dan membuat anak merasa kehilangan kendali.

Langkah utama yang perlu dilakukan adalah memastikan anak merasa aman. Setelah itu, orang tua disarankan mencari bantuan profesional agar penanganan berjalan tepat dan anak mendapat dukungan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Cara Menghadapi Anak Gen Alpha yang Jago Debat dan Sering Asal Bunyi

Selain itu, dokumentasi fakta secara hati-hati juga penting, terutama jika kasus berpotensi masuk ke ranah hukum.

Dampak Jangka Panjang dan Pentingnya Pendampingan

Jika tidak ditangani dengan tepat, dampak grooming bisa berlanjut hingga dewasa. Trauma yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan, depresi, hingga kesulitan membangun relasi yang sehat.

Karena itu, peran orang tua tidak berhenti pada penanganan awal. Anak membutuhkan pendampingan jangka panjang untuk memulihkan rasa aman, mengelola emosi, dan membangun kembali kepercayaan diri.

Kegiatan yang memperkuat kompetensi anak, dukungan positif dari lingkungan, serta apresiasi terhadap keberhasilan kecil dapat membantu memulihkan harga diri secara bertahap.

Baca Juga: Pola Asuh Overprotektif Bisa Hambat Kemandirian Anak Sejak Dini

Bangun Pencegahan Sejak Dini

Sebagai langkah pencegahan, orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak. Edukasi tentang batas tubuh, hak untuk berkata “tidak”, serta literasi digital juga menjadi hal penting.

Ketika anak merasa aman untuk bercerita tanpa takut disalahkan, orang tua telah mengambil langkah besar dalam melindungi anak dari risiko grooming. (*)

Editor : Chairunnisya
#tips anak #Orang tua #for her pontianak post #anak #for her