PONTIANAK POST - Selain masyarakat diminta lebih empatik, orang tua juga diingatkan untuk bersikap terbuka ketika menerima teguran yang disampaikan dengan sopan dan beritikad baik.
Dosen sosiologi Universitas Airlangga, Pingkan Sekar Savira, menilai ruang publik merupakan ruang bersama sehingga setiap pihak perlu saling menghargai kenyamanan orang lain.
’’Ruang publik adalah ruang bersama. Kalau ada yang merasa terganggu dan menyampaikannya dengan baik, orang tua memang perlu berusaha menenangkan anak,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Cara Menegur Orang Tua Saat Bayinya Menangis Tanpa Memicu Konflik Sosial
Hindari Sikap Defensif
Pingkan juga mengingatkan agar orang tua tidak langsung bersikap defensif ketika mendapat teguran. Menurutnya, tidak semua teguran merupakan bentuk diskriminasi terhadap anak.
Dia menilai keseimbangan antara empati dan toleransi menjadi fondasi penting dalam menjaga interaksi sosial yang sehat.
Harus lebih Responsif
Orang tua yang responsif dan lingkungan yang saling memahami dapat mencegah konflik berkepanjangan.
Baca Juga: Saat Tangisan Bayi Memicu Penilaian Sosial terhadap Kemampuan Orang Tua
Sebaliknya, meluapkan emosi atau membawa keluhan ke ruang publik dengan nada menghakimi justru berpotensi memperkeruh keadaan.
Dengan etika yang tepat, tangisan bayi dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika hidup bersama. (*)
Editor : Chairunnisya