PONTIANAK POST - Memberi bantuan kepada orang tua tidak hanya soal nominal, tetapi juga cara mengelolanya. Tanpa perencanaan yang baik, pengeluaran tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan rumah tangga.
Dilansir dari Jawapos, Financial Planner Finante, Ode Kustriani Atmaja, menyarankan pasangan memiliki kesepakatan sejak awal mengenai pengelolaan dana untuk orang tua.
Transparansi Jadi Kunci
Menurut Ode, pasangan yang sama-sama bekerja dapat menyesuaikan mekanisme pengelolaan keuangan sesuai kondisi masing-masing.
Baca Juga: Cara Menentukan Nominal Bantuan untuk Orang Tua Setelah Menikah
Jika seluruh penghasilan digabung, pasangan bisa membuat satu pos khusus yang kemudian dibagi sesuai kebutuhan orang tua dari kedua belah pihak.
Sebaliknya, jika keuangan dipisahkan, masing-masing dapat mengalokasikan dana secara mandiri.
’’Kuncinya transparansi dan kesepakatan bersama agar tidak mengganggu cashflow bulanan,’’ katanya.
Gunakan Zero-Based Budgeting
Agar pengeluaran lebih terarah, Ode menyarankan penggunaan metode zero-based budgeting, yaitu setiap pemasukan langsung memiliki tujuan pengeluaran yang jelas.
Dalam metode ini, bantuan kepada orang tua dibuat sebagai pos anggaran tersendiri sehingga nominalnya lebih terkontrol setiap bulan.
’’Tidak disarankan memberi secara fleksibel karena bisa mengganggu cashflow,’’ tambahnya.
Baca Juga: Kelihatannya Hemat, 7 Kebiasaan Keuangan Ini Justru Bikin Anda Susah Kaya dan Bangkrut
Dengan cara tersebut, pasangan tetap dapat membantu orang tua tanpa mengganggu kebutuhan rumah tangga maupun rencana keuangan jangka panjang. (*)
Editor : Chairunnisya