Nutrisionis Ungkap Cara Mengenalkan Sayur dan Buah kepada Anak Lewat Bekal

Chairunnisya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Ilustrasi anak memakan bekalnya di dalam kelas. (AI)
Ilustrasi anak memakan bekalnya di dalam kelas. (AI)

PONTIANAK POST - Menyiapkan bekal bergizi tidak selalu berarti anak langsung mau menghabiskannya. Ada kalanya makanan yang sudah disiapkan justru tersisa karena anak belum terbiasa dengan menu tertentu.

Dalam kondisi seperti ini, orang tua tidak perlu terburu-buru memaksa anak menghabiskan makanan.

Dilansir dari Jawapos, nutrisionist Anisa Nurul Syafitri SGz menyarankan pendekatan bertahap agar anak semakin terbiasa dengan berbagai jenis makanan.

Baca Juga: Cara Menyimpan Bekal Anak agar Makanan Tetap Terjaga Selama di Sekolah

Jangan Memaksa Anak Menghabiskan Makanan

Menurut Anisa, orang tua sebaiknya tidak memaksa anak menghabiskan makanan yang tidak disukainya. Sebaliknya, makanan baru dapat dikenalkan secara bertahap sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengenali dan menerimanya.

"Yang tidak kalah penting, jangan memaksa anak menghabiskan makanan yang tidak disukainya. Kenalkan makanan baru secara bertahap melalui repeated exposure, sajikan dalam tampilan menarik, libatkan anak memilih menu bekalnya, dan jadilah teladan dengan rutin mengonsumsi sayur serta buah," paparnya.

Pendekatan tersebut dapat diterapkan dalam menyiapkan bekal sehari-hari.

Baca Juga: Protein dalam Bekal Anak Tak Boleh Terlewat, Ini Pilihan Menu Praktisnya

Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap

Anak yang belum menyukai makanan tertentu tidak harus langsung dipaksa mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Melalui repeated exposure, makanan dapat diperkenalkan secara berulang sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengenalnya. Cara ini juga dapat diterapkan pada sayur maupun buah yang belum menjadi pilihan anak.

Orang tua dapat memasukkannya ke dalam menu bekal secara bertahap.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kenyang, Begini Cara Membuat Bekal Anak Lebih Bergizi Seimbang

Tampilan Bekal Bisa Dibuat Menarik

Selain memperkenalkan makanan secara berulang, tampilan makanan juga dapat diperhatikan. Menu bekal dapat disusun dengan tampilan yang lebih menarik agar anak tertarik melihat dan mencoba makanan yang disiapkan.

Cara penyajian dapat disesuaikan dengan bahan makanan yang tersedia di rumah. Yang terpenting, komposisi makanan tetap memperhatikan kebutuhan gizi anak.

Libatkan Anak Memilih Menu

Anisa juga menyarankan orang tua melibatkan anak dalam menentukan menu bekalnya. Anak dapat diberikan kesempatan memilih makanan yang akan dibawa selama tetap berada dalam pilihan menu yang disiapkan orang tua.

Dengan keterlibatan tersebut, anak dapat merasa memiliki peran dalam menentukan makanan yang akan dikonsumsi.

Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kanker yang Wajib Dikonsumsi untuk Hidup Lebih Sehat

Orang Tua Menjadi Contoh

Kebiasaan makan anak juga tidak terlepas dari lingkungan keluarga. Karena itu, orang tua perlu memberikan contoh melalui kebiasaan makan sehari-hari.

Anisa menyarankan orang tua rutin mengonsumsi sayur dan buah sehingga anak dapat melihat kebiasaan tersebut secara langsung.

Bekal akhirnya bukan hanya tentang makanan yang dimasukkan ke dalam kotak, tetapi juga menjadi bagian dari proses mengenalkan berbagai makanan kepada anak. 

Baca Juga: Meal Prep Tanpa Kulkas? Ini Tips dan Triknya, Makanan Tetap Sehat dan Awet

Bekal Sehat Perlu Dibangun sebagai Kebiasaan

Membiasakan anak dengan makanan bergizi membutuhkan proses. Orang tua dapat memulai dengan menu yang sederhana, memperkenalkan makanan baru secara bertahap, membuat tampilan lebih menarik, serta melibatkan anak dalam memilih bekal.

Dengan pendekatan tersebut, bekal sekolah dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan makan yang lebih beragam dan mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak. (*) 

Editor : Chairunnisya
anak susah makan makanan sehat anak sayur buah repeated exposure Bekal anak